SUMENEP, Ketikan.com – Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Sumenep, H. Masdawi, menyoroti besarnya anggaran perjalanan dinas di lingkungan Dinas Perikanan Sumenep tahun anggaran 2026 yang mencapai sekitar Rp483 juta.
Politikus Demokrat itu meminta agar besarnya anggaran perjalanan dinas tersebut diimbangi dengan progres dan hasil nyata bagi masyarakat nelayan.
“Paling tidak harus ada perimbangan antara perjalanan dinas dengan progres kegiatan dan output yang dihasilkan. Anggaran itu harus jelas manfaatnya,” kata Masdawi, Senin (11/5).
Berdasarkan penelusuran dokumen Rencana Umum Pengadaan (RUP) 2026, anggaran perjalanan dinas Dinas Perikanan tersebar dalam sejumlah paket swakelola, mulai perjalanan dinas dalam daerah hingga luar daerah.
Salah satu paket terbesar tercatat pada kegiatan “Belanja Perjalanan Dinas Biasa” senilai Rp163,7 juta.
Selain itu terdapat pula anggaran perjalanan dinas luar daerah untuk rapat koordinasi dan konsultasi SKPD sebesar Rp126,3 juta.
Tak hanya itu, perjalanan dinas dalam daerah untuk kegiatan pengembangan kapasitas nelayan kecil juga dianggarkan lebih dari Rp100 juta, diikuti sejumlah paket lainnya dengan nilai puluhan juta rupiah.
Masdawi menilai, secara umum perjalanan dinas merupakan hal yang wajar dalam penyelenggaraan pemerintahan, terlebih Kabupaten Sumenep memiliki wilayah kepulauan yang menuntut mobilitas tinggi aparatur.
Namun, ia menegaskan, setiap rupiah anggaran tetap harus memiliki ukuran capaian yang jelas dan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya nelayan.
“Kalau memang perjalanan dinas itu untuk pembinaan nelayan, pengawasan, atau peningkatan kapasitas, tentu harus terlihat dampaknya. Jangan sampai anggarannya besar, tapi progres di lapangan tidak terasa,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menyoroti kondisi sektor perikanan di Sumenep yang dinilai masih menghadapi tantangan cukup serius. Menurutnya, sebagian nelayan mengalami penurunan hasil tangkap dan tekanan ekonomi yang tidak ringan.
“Nelayan Sumenep saat ini banyak yang mengalami penurunan. Mungkin ada yang masih bertahan, tapi banyak juga yang merosot. Ini yang harus menjadi perhatian,” katanya.
Masdawi berharap Dinas Perikanan dapat memastikan setiap program yang dijalankan, termasuk yang didukung melalui perjalanan dinas, benar-benar menghasilkan output yang konkret.
“Saya menyarankan ada perimbangan antara perjalanan dinas dan progres kegiatan. Jadi output anggarannya jelas dan bisa dirasakan masyarakat,” pungkasnya.***
