Pendidikan
Beranda » Berita » Rektor UNIJA Madura Tolak Kampus Kelola Dapur MBG

Rektor UNIJA Madura Tolak Kampus Kelola Dapur MBG

Rektor Universitas Wiraraja (UNIJA) Madura, Dr. Sjaifurrachman, S.H., C.N., M.H. (Dok. UNIJA)

SUMENEP, Ketikan.com — Rektor Universitas Wiraraja (UNIJA) Madura, Dr. Sjaifurrachman, S.H., C.N., M.H., menilai perguruan tinggi tidak tepat jika dilibatkan sebagai pengelola dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menurutnya, peran utama kampus tetap harus difokuskan pada optimalisasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

“Peran penting kampus itu pada optimalisasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, bukan pada wilayah teknis mengelola MBG,” kata Sjaifurrachman, Jumat (15/5/2026).

Ia menjelaskan, konsep “Kampus Berdampak” yang menjadi program strategis Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) sejatinya bertujuan memperjelas arah dan dampak Tri Dharma terhadap masyarakat.

Karena itu, keterlibatan kampus dalam pengelolaan dapur MBG dinilai justru dapat mendegradasi identitas perguruan tinggi sebagai institusi akademik.

Rektor UNIBA Madura Tolak Kampus Kelola Dapur MBG

“Kampus itu institusi akademis yang meneliti, merumuskan, mengkaji, mengevaluasi, dan merekomendasikan kebijakan agar lebih strategis serta benar-benar berorientasi pada kepentingan publik dan penyelesaian problem publik,” ujarnya.

Sjaifurrachman menilai, apabila perguruan tinggi ingin dilibatkan dalam program MBG, maka posisi yang lebih ideal berada pada aspek perencanaan hingga evaluasi kebijakan.

Menurutnya, kampus dapat berperan dalam penyusunan kebijakan berbasis data dan kajian ilmiah.

“Idealnya keterlibatan kampus pada wilayah perencanaan dan evaluasi program MBG sebagai bentuk kebijakan publik yang berbasis evidence based policy dan deliberative policy,” katanya.

Sebelumnya, Badan Gizi Nasional (BGN) mengajak seluruh sivitas akademika perguruan tinggi untuk menjadikan Program MBG sebagai laboratorium hidup yang dapat mendorong ekosistem riset, kajian, hingga pengembangan pendidikan berkualitas, termasuk mengelola dapur SPPG.***

Disdikbud Pamekasan Imbau Sekolah Tak Gelar Wisuda