SURABAYA, Ketikan.com – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Jawa Timur sebagai provinsi dengan jumlah kasus baru HIV/AIDS tertinggi di Indonesia sepanjang 2025.
Dalam laporan Kasus Penyakit Menurut Provinsi dan Jenis Penyakit 2025 yang diperbarui per 16 Februari 2026, jumlah kasus baru di Jawa Timur mencapai 10.612.
Angka tersebut menempatkan Jawa Timur di posisi teratas, melampaui Jawa Barat dan Jawa Tengah.
Data BPS menunjukkan, lima besar provinsi dengan temuan kasus tertinggi didominasi Pulau Jawa.
Jawa Barat berada di urutan kedua dengan 9.212 kasus, disusul Jawa Tengah 6.057 kasus, DKI Jakarta 4.353 kasus, dan Banten 2.289 kasus.
Tingginya angka di wilayah ini berkaitan dengan kepadatan penduduk serta jangkauan layanan kesehatan yang relatif lebih luas.
Kondisi tersebut mendorong pelaksanaan skrining dan deteksi dini berjalan lebih masif.
Temuan ini menjadi perhatian bagi pemerintah daerah untuk memperkuat upaya pencegahan, termasuk edukasi penularan HIV, perluasan akses tes sukarela, serta pengurangan stigma terhadap orang dengan HIV/AIDS (ODHA).
Laporan tersebut menegaskan bahwa persoalan kesehatan di Indonesia bersifat kompleks dan membutuhkan penanganan berbasis data secara berkelanjutan.
Pemerintah pun terus mendorong pencapaian target global penanggulangan HIV/AIDS melalui program Three Zero 2030, yang menitikberatkan pada nol infeksi baru, nol kematian akibat AIDS, serta nol diskriminasi terhadap ODHA.*
