SUMENEP, Ketikan.com – Seorang lansia di Kabupaten Sumenep ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di dasar sumur sedalam sekitar 25 meter, Senin (27/4/2026).
Korban berinisial J (76), warga Dusun Libiliyan, Desa Aengdake, Kecamatan Bluto.
Peristiwa tersebut bermula saat korban dilaporkan hilang oleh pihak keluarga sejak Minggu (26/4/2026).
Seorang tetangga korban, R (44), sempat mendatangi sumur di belakang rumah korban untuk memperbaiki pompa air.
Saat itu, kondisi sumur tertutup, namun penutup jaring terlihat sedikit terbuka.
Keesokan harinya, saat kembali ke lokasi, saksi melihat sesosok tubuh di dalam sumur.
Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit P.H., mengatakan tim rescue Pos SAR Sumenep terlebih dahulu melakukan asesmen sebelum proses evakuasi dilakukan.
“Tim SAR gabungan menggunakan peralatan vertical rescue. Satu orang rescuer diturunkan dengan teknik lowering untuk menjangkau korban secara langsung,” ujarnya.
Setelah korban berhasil dijangkau, jenazah dievakuasi menggunakan teknik lifting secara bertahap dengan pengamanan sistem tali dan anchor.
Komandan Tim Rescue Pos SAR Sumenep, Nurul Imam, menyebut proses evakuasi menghadapi sejumlah kendala, di antaranya diameter sumur yang sempit serta potensi gas beracun di dalam sumur.
“Rescuer yang turun dilengkapi peralatan SCBA sebagai langkah antisipasi,” katanya.
Sementara itu, Kapolres Sumenep, AKBP Anang Hardiyanto, memastikan tidak ditemukan unsur kekerasan dalam peristiwa tersebut.
“Kami telah melakukan olah TKP dan pemeriksaan saksi-saksi. Hasil sementara tidak ditemukan adanya unsur tindak pidana,” ujarnya.
Kapolres menambahkan, pihak keluarga telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi.
“Pihak keluarga sudah mengikhlaskan dan tidak berkenan dilakukan autopsi,” tambahnya.
Berdasarkan keterangan keluarga, korban diketahui memiliki riwayat gangguan kesehatan yang diduga menjadi salah satu faktor penyebab kejadian.
Setelah proses evakuasi, jenazah korban langsung dibawa ke rumah duka.***
