SUMENEP, Ketikan.com — Seorang remaja putri berusia 14 tahun di Kecamatan Arjasa, Kepulauan Kangean, Kabupaten Sumenep, menjadi korban kekerasan seksual yang diduga dilakukan oleh tujuh orang pria.
Kasus ini berlangsung sejak 2025 hingga Februari 2026 dan baru terungkap setelah orang tua korban mencurigai perubahan perilaku drastis pada anaknya.
Bermula dari Jebakan Tetangga
Penderitaan korban berawal ketika salah satu pelaku yang merupakan tetangga dekatnya mengajaknya jalan-jalan.
Alih-alih sekadar berjalan-jalan, korban dibawa ke sebuah rumah dan mengalami kekerasan fisik secara paksa oleh para pelaku.
Meski aksi pertama gagal karena korban berteriak, para pelaku sempat merekam kondisi korban.
Rekaman tersebut kemudian digunakan sebagai alat pemerasan untuk memaksa korban memenuhi kehendak para pelaku secara berulang-ulang.
Teror Berlanjut Lewat Ponsel
Ia disebut sempat merusak ponselnya sendiri akibat terus-menerus menerima teror dari nomor-nomor baru yang mengirimkan video tersebut.
Kasus ini akhirnya terbongkar setelah orang tua korban menaruh curiga terhadap perubahan sikap sang anak yang tampak tertekan dan ketakutan.
Kuasa Hukum
Kuasa hukum korban, Diyaul Hakki, S.H., M.H., menyebut perbuatan para pelaku sebagai tindak pidana yang sangat serius.
“Korbannya masih anak di bawah umur dan tindakan ini dilakukan secara bersama-sama. Kami meminta agar dua pelaku yang masih buron segera ditangkap agar proses hukum berjalan tuntas,” ujarnya, Minggu (12/4/2026).
Diyaul juga menekankan pentingnya menjaga kerahasiaan identitas korban dan memastikan pemulihan psikologis korban menjadi prioritas.
“Penanganan perkara ini harus mengedepankan perlindungan anak dan keadilan bagi korban,” tambahnya.
5 Diringkus, 2 Buron
Kepolisian bergerak cepat setelah menerima laporan dari pihak korban. Dari tujuh terduga pelaku, lima orang telah berhasil diamankan di Mapolsek Kangean.
Dua lainnya masih dalam pengejaran setelah dilaporkan melarikan diri ke luar pulau.
Plt Humas Polres Sumenep, Kompol Widiarti, membenarkan penangkapan tersebut.
“Pelaku sudah diamankan,” kata Kompol Widiarti singkat saat dikonfirmasi.*
