SUMENEP, Ketikan.com – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo menyebut Kabupaten Sumenep sebagai bukti nyata kerukunan umat beragama karena masyarakatnya mampu hidup berdampingan dengan damai meski memiliki keyakinan berbeda.
Pernyataan itu disampaikan saat menghadiri doa bersama dalam rangka Bulan Bung Karno 2026 yang digelar Pemerintah Kabupaten Sumenep bersama Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Selasa (2/6/2026).
Menurut Fauzi, nilai-nilai Pancasila, khususnya sila pertama, telah diterapkan dengan baik oleh masyarakat Sumenep dalam kehidupan sehari-hari.
Fauzi mencontohkan, kerukunan umat beragama di Sumenep terlihat nyata di Desa Pabian, Kecamatan Kota Sumenep.
Di kawasan tersebut, masjid, gereja, dan vihara berdiri berdampingan sebagai simbol toleransi yang telah terbangun sejak lama di tengah masyarakat.
“Sumenep ini menjadi contoh kerukunan umat beragama. Rumah-rumah ibadah berdiri berdampingan dan masyarakat hidup rukun. Itu bukti bahwa nilai Ketuhanan Yang Maha Esa sudah diamalkan dengan baik,” kata Fauzi, dikutip Kamis (23/7/2026).
Ia mengatakan, kerukunan menjadi modal penting untuk menjaga persatuan bangsa.
“Kalau ingin menjadi negara yang kuat, kita harus bersatu dan bergotong royong sebagaimana yang diajarkan Bung Karno,” ujarnya.
