JAKARTA, Ketikan.com — Komunitas Lecturer Takeover bersama Branding 6C Universitas Prasetiya Mulya menggelar diskusi bertema Post Apocalypse di Tanare, Cilandak, Jakarta Selatan, Sabtu (16/5/2026).
Sejumlah akademisi dan praktisi dari berbagai bidang hadir sebagai pemateri dalam rangkaian kegiatan tersebut.
Peserta diajak mempelajari strategi bertahan hidup, mitigasi bencana, dan ketahanan pangan dalam menghadapi berbagai kemungkinan krisis di masa depan.
Sesi pertama menghadirkan Dr. Zulfakriza melalui materi Echoes from the Deep Earth: Seismology in Ruins.
Peserta mempelajari penyebab gempa bumi, dampaknya terhadap kehidupan manusia, serta langkah-langkah dasar saat menghadapi bencana.

Selanjutnya, Evans Hariyadi membawakan materi Kota yang Mati, Kita yang Hidup yang membahas keterampilan dasar bertahan hidup, mulai dari memahami kondisi lingkungan hingga memanfaatkan sumber daya yang tersedia.
Pembahasan kemudian berlanjut pada sektor pangan melalui sesi The Science of Last Calories: Extreme Food Tech bersama Abdi Christia.
Materi yang disampaikan meliputi kandungan gizi, jenis makanan tahan lama, serta pengelolaan pangan saat terjadi krisis.
Peserta juga mengikuti sesi Peta Rambanan: Kita Belajar Mengubah Kota yang Retak Menjadi Peta melalui kegiatan walking tour di sekitar lokasi acara.
Dalam sesi ini, peserta diajak mengenali berbagai sumber pangan alami yang tersedia di lingkungan sekitar.
Sementara itu, sesi penutup bertajuk The New Economy of Survival menghadirkan Retno Yuliati. Ia membahas pentingnya berkebun dan pengelolaan sumber daya sebagai bagian dari strategi keberlanjutan dan ketahanan masyarakat di tengah ketidakpastian masa depan.
Melalui kegiatan ini, Komunitas Lecturer Takeover dan Branding 6C Universitas Prasetiya Mulya berharap dapat menghadirkan ruang belajar yang terbuka, interaktif, dan relevan bagi generasi muda dalam memahami berbagai tantangan masa depan.***
