News
Beranda » Berita » BGN Libatkan Pemda dan Sekolah Perkuat Validasi Data Penerima MBG

BGN Libatkan Pemda dan Sekolah Perkuat Validasi Data Penerima MBG

Ilustrasi petugas dapur menyiapkan masakan MBG (Dok. Antara)

JAKARTA, Ketikan.com – Badan Gizi Nasional (BGN) memperkuat validasi data penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan melibatkan sekolah dan pemerintah daerah guna memastikan layanan diberikan secara tepat sasaran dan merata.

Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya, mengatakan validasi data menjadi prioritas untuk meningkatkan akurasi pelaksanaan program.

“Validasi data penerima manfaat menjadi prioritas kami agar pelaksanaan Program MBG semakin tepat sasaran. Selain integrasi data dari berbagai wali data, kami juga melakukan verifikasi langsung dari tingkat bawah untuk memastikan data yang digunakan benar-benar akurat,” ujar Sony, dikutip dari Antara, Selasa (02/6).

Menurutnya, verifikasi dilakukan melalui koordinasi antara koordinator Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) tingkat kecamatan dengan lurah dan kepala desa.

Pendataan dan pencocokan data mencakup ibu hamil, ibu menyusui, balita, peserta didik dari PAUD hingga SMA/SMK, serta santri di pondok pesantren.

Komisi X DPR Dorong Penghapusan Dikotomi PTN dan PTS

BGN juga membuka akses publik terhadap hasil validasi melalui dasbor daring dan mendorong kepala sekolah, pengelola posyandu, lurah, kepala desa, camat, hingga kepala daerah untuk aktif memeriksa data di wilayah masing-masing.

“Apabila terdapat ibu hamil, ibu menyusui, balita, peserta didik, maupun santri, yang belum terdata atau belum menerima layanan MBG, informasi tersebut dapat segera disampaikan kepada BGN melalui Koordinator SPPI Kecamatan atau hotline WhatsApp 0851-1139-4466,” kata Sony.

Ia menjelaskan data penerima manfaat yang digunakan saat ini berasal dari pendataan awal yang dilakukan pada Mei hingga Juli 2024.

Proses tersebut melibatkan Babinsa dan dilakukan secara berjenjang hingga tingkat Kodam sebelum diserahkan kepada tim persiapan Program MBG.

Sony mengakui pada tahap awal pendataan, BGN menghadapi keterbatasan sumber daya, baik dari sisi anggaran operasional maupun jumlah personel, sehingga koordinasi formal lintas instansi belum berjalan optimal.

Noel Blak-blakan Ada Pihak Siap-siap Mau Menggulingkan Prabowo

Meski demikian, BGN optimistis penguatan koordinasi antar-kementerian, pemerintah daerah, dan masyarakat akan menghasilkan basis data penerima manfaat yang lebih akurat hingga tingkat desa dan kelurahan.

Menurutnya, data yang valid menjadi fondasi penting untuk memastikan Program MBG menjangkau seluruh kelompok sasaran secara tepat, merata, dan berkelanjutan.***