SUMENEP, Ketikan.com – Anggota DPR RI Dapil XI Jawa Timur, Said Abdullah, mengungkapkan sebanyak 29 persen rumah warga di Madura masih tergolong tidak layak huni.
Ketua Banggar DPR itu menyebut rumah layak huni di Madura baru mencapai 71 persen berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS).
“Di Madura sendiri, merujuk data BPS, rumah layak huni hanya mencapai 71 persen. Artinya ada 29 persen rumah warga Madura tidak layak huni. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan dengan daerah lain di Jawa Timur yang rata-rata rumah layak huni mencapai 80 persen,” kata Said Abdullah dalam keterangan tertulisnya, dikutip Kamis (23/7/2026).
Said menilai kondisi tersebut perlu mendapat perhatian serius karena rumah merupakan kebutuhan dasar masyarakat selain pangan dan sandang.
Ia juga menyoroti tingginya jumlah rumah tidak layak huni secara nasional yang disebut mencapai 43,3 juta rumah tangga.
Merespons kondisi tersebut, Said Abdullah mengalokasikan dana reses untuk membantu renovasi rumah warga berpenghasilan rendah di Kecamatan Talango, Kabupaten Sumenep.
Bantuan biaya perbaikan rumah itu diperuntukkan bagi warga di 19 dusun yang tersebar di lima desa di Kecamatan Talango, di antaranya Dusun Onggan Padike, Jate Laok, Tanjung Alang, Jate Daya, Lembana, Galise Daya, Galise Laok, Sakola’an, Masjid, Baru, Gedungan, Guntong, Pesisir, Jeruk Porot, Sarotak, Ellong, Andun, Jamaleng, dan Sarotak.
“Pada reses periode ini, saya menyalurkan sepenuhnya uang reses untuk membantu warga di Sumenep memperbaiki rumah mereka,” pungkas Said Abdullah.
