News
Beranda » Berita » Komisi I DPR Soroti Ancaman Siber dan Konten Negatif di Ruang Digital

Komisi I DPR Soroti Ancaman Siber dan Konten Negatif di Ruang Digital

Wakil Ketua Komisi I DPR Anton Sukartono Suratto (Dok. DPR RI)

SURABAYA, Ketikan.com — Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Anton Sukartono Suratto, menyoroti maraknya penyebaran konten negatif dan meningkatnya ancaman kejahatan siber di Indonesia yang dinilai memerlukan penguatan tata kelola ruang digital nasional.

Hal itu disampaikan saat memimpin Kunjungan Kerja Panja Ruang Digital Komisi I DPR RI di Surabaya, Jawa Timur, Jumat (22/5/2026).

Anton mengatakan ruang digital saat ini telah menjadi ruang strategis yang membutuhkan perlindungan lebih kuat bagi masyarakat, terutama dari ancaman pornografi, penipuan, ujaran kebencian, hingga kejahatan siber.

“Dimensi pelindungan masyarakat mengingat maraknya penyebaran konten negatif termasuk pornografi, penipuan, dan ujaran kebencian, rendahnya literasi digital masyarakat yang menyebabkan rentannya terhadap kejahatan siber, serta kebutuhan perlindungan anak dan kelompok rentan di ruang digital,” katanya.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi salah satu alasan dibentuknya Panja Ruang Digital Komisi I DPR RI untuk menyusun rekomendasi strategis terkait penguatan ruang digital nasional.

Sumenep Siapkan 110 Ribu Bibit Kelapa Bersertifikat Dukung Hilirisasi Perkebunan

Selain perlindungan masyarakat, Panja Ruang Digital juga menyoroti aspek kedaulatan dan keamanan digital, termasuk dominasi platform asing yang dinilai berpotensi mengancam kedaulatan data nasional.

“Maka, Panja Ruang Digital dibentuk guna menghasilkan poin-poin strategis yang meliputi aspek kedaulatan dan keamanan digital dimana dominasi platform digital asing dalam ekosistem digital Indonesia mengancam kedaulatan data nasional,” ujarnya.

Anton juga mengungkapkan tingginya angka serangan siber di Indonesia. Berdasarkan data Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), jumlah serangan siber pada 2024 mencapai 610,63 juta serangan atau naik 1,04 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

“Indonesia menghadapi ancaman siber yang semakin meningkat. Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mencatat total serangan siber pada tahun 2024 mencapai 610,63 juta serangan, naik 1,04 persen dari tahun sebelumnya,” tuturnya.

Ia menegaskan, kunjungan kerja tersebut dilakukan untuk menghimpun masukan dari berbagai pihak agar rekomendasi yang dihasilkan Panja Ruang Digital dapat mewujudkan ruang digital yang aman, kondusif, dan sesuai dengan perkembangan teknologi.***

Pansus DPR Libatkan Publik dalam Penyusunan RUU Desain Industri