Pendidikan
Beranda » Berita » BPRS Bhakti Sumekar Donasi Buku untuk Perpustakaan SDN Pajagalan II

BPRS Bhakti Sumekar Donasi Buku untuk Perpustakaan SDN Pajagalan II

BPRS Bhakti Sumekar salurkan bantuan buku SDN Pajagalan II Sumenep (Dok. RRI)

SUMENEP, Ketikan.com – BPRS Bhakti Sumekar Sumenep menyalurkan donasi buku dan sarana perpustakaan senilai Rp5 juta untuk mendukung pengembangan Perpustakaan Ramah Anak Nasional SDN Pajagalan II Sumenep, Selasa (5/5/2026)

Bantuan ini menjadi bagian dari penguatan budaya literasi di lingkungan sekolah dasar.

Direktur Utama BPRS Bhakti Sumekar Sumenep, Hairil Fajar, mengatakan penguatan literasi tidak hanya cukup melalui penyediaan fasilitas, tetapi juga pembiasaan membaca sejak dini.

“Anak-anak perlu dibiasakan membaca buku sejak dini. Membaca buku itu berbeda dengan layar gawai, karena lebih membantu daya ingat dan imajinasi,” ujarnya, dikutip dari RRI, Rabu (6/5).

Ia menambahkan, kebiasaan membaca buku fisik memiliki nilai edukatif yang lebih kuat dalam membentuk karakter dan pola pikir anak.

Universitas Annuqayah Teken Kerja Sama Perlindungan Kekayaan Intelektual

Bantuan tersebut juga mendukung program Taman Maca Asre Pajadu yang digagas SDN Pajagalan II sebagai ruang literasi berbasis pembiasaan membaca.

Kepala SDN Pajagalan II Sumenep, Hudi Susila, menyampaikan bahwa pengembangan perpustakaan ramah anak merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, termasuk dunia usaha, komite sekolah, guru, hingga wali murid.

“Kami berterima kasih atas dukungan semua pihak. Ini menjadi energi bersama untuk membangun budaya membaca di sekolah,” katanya.

Program tersebut juga melibatkan siswa yang tergabung dalam Duta Baca, yaitu peserta didik yang aktif membaca buku di sekolah maupun di rumah.

Guru SDN Pajagalan II, Ali Harsojo, menambahkan perpustakaan ke depan akan dikembangkan dengan integrasi teknologi digital untuk mendukung proses pembelajaran.

Pemkab Sumenep Siapkan Usulan Perda RPIK untuk Petakan Industri Daerah

Dengan dukungan tersebut, perpustakaan SDN Pajagalan II diharapkan tidak hanya menjadi ruang baca, tetapi juga pusat pengembangan karakter, kreativitas, dan literasi siswa.***