PAMEKASAN, Ketikan.com — Sebanyak 152.923 warga di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, menerima bantuan pangan pemerintah pada 2026.
Program ini ditujukan untuk mengurangi beban pengeluaran masyarakat berpendapatan rendah, menangani kerawanan pangan, sekaligus menekan angka kemiskinan.
Pimpinan Perum Bulog Cabang Madura, Ahmad Rofi, menyebut jumlah penerima tahun ini meningkat dibanding tahun sebelumnya.
“Jumlah penerima bantuan tahun ini lebih banyak dibanding 2025,” kata Rofi, dikutip dari Antara Jatim, Rabu (6/5).
Pada 2025, bantuan pangan menyasar 105.109 keluarga penerima manfaat (KPM) yang tersebar di 178 desa dan 11 kelurahan di 13 kecamatan se-Kabupaten Pamekasan.
“Tahun ini, sebanyak 152.923 KPM. Jadi ada tambahan sebanyak 47.814 penerima manfaat dibanding 2025,” ujarnya.
Rofi menjelaskan, kenaikan jumlah penerima didasarkan pada data common source Badan Pusat Statistik (BPS) yang disalurkan melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas).
Bantuan pangan ini memiliki tujuan strategis sebagai perlindungan sosial, pencegah kerawanan pangan dan gizi, serta stimulus ekonomi masyarakat.
Adapun bantuan yang diberikan berupa beras sebanyak 20 kilogram dan minyak goreng, dengan sistem penyaluran setiap dua bulan sekali.
Hingga saat ini, proses distribusi telah mencapai sekitar 30 persen dari total 7 ribu ton beras yang disiapkan.
Penyaluran bantuan melibatkan tenaga pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) sebagai pemantau, serta dukungan dari TNI dan Polri.
Program bantuan beras ini menjadi salah satu bantalan ekonomi pemerintah yang berkontribusi terhadap penurunan angka kemiskinan di daerah.***
