Ekonomi
Beranda » Berita » Raharja Energy Siapkan Dana Rp2,2 Triliun Garap Migas Madura Strait

Raharja Energy Siapkan Dana Rp2,2 Triliun Garap Migas Madura Strait

Kegiatan pengeboran migas lepas pantai (Dok. Canva)

JAKARTA, Ketikan.com — PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) menyiapkan investasi sebesar USD141,21 juta atau sekitar Rp2,2 triliun untuk masuk ke proyek minyak dan gas (migas) di wilayah kerja Madura Strait.

Langkah tersebut dilakukan melalui akuisisi SMS Development Limited (SMSD), yang memberi RATU akses tidak langsung atas kepemilikan proyek migas yang dikelola Husky-CNOOC Madura Limited (HCML).

Pihak manajemen RATU menyatakan, transaksi ini bertujuan memperkuat cadangan serta meningkatkan produksi migas perseroan dalam jangka panjang.

“Rangkaian transaksi akuisisi ini didasarkan pada pertimbangan strategis dan finansial untuk memperluas basis cadangan dan produksi migas Perseroan secara signifikan,” tulis dalam dokumen resmi, tulis manajemen, dikutip dari kabarbursa, Kamis (7/5).

Akuisisi dilakukan melalui entitas anak, PT Raharja Energi Madura (REM), dengan mengambil alih 100 persen saham SMSD. Nilai pembelian saham ditetapkan sebesar USD62,51 juta.

Pemkab Sumenep Siapkan Usulan Perda RPIK untuk Petakan Industri Daerah

Selain itu, perseroan juga mengambil alih pinjaman (shareholder loan) senilai USD59,2 juta, serta menyiapkan pembayaran tambahan maksimal USD19,5 juta apabila syarat perpanjangan kontrak terpenuhi.

Secara struktur, SMSD memiliki 20 persen saham di HCML, sementara HCML mengelola penuh wilayah kerja Madura Strait PSC hingga tahun 2032.

Wilayah kerja tersebut tercatat memiliki cadangan migas signifikan. Berdasarkan laporan per akhir 2025, cadangan terbukti mencapai 412,03 BCF gas dan 8,16 juta barel kondensat. Sementara cadangan potensial (2P) mencapai 530,92 BCF gas dan 8,53 juta barel kondensat.

Untuk tahun 2026, produksi diproyeksikan sekitar 220 MMSCFD gas dan 2.990 barel kondensat per hari.

Nilai transaksi secara keseluruhan mencapai USD141,21 juta atau setara sekitar 279 persen dari ekuitas perseroan. Dengan besaran tersebut, aksi ini masuk kategori transaksi material sesuai ketentuan regulator.

MYZE Hotel Sumenep Hadirkan Paket Yoga Outdoor di Tepi Kolam

Dalam simulasi proforma, total aset RATU diperkirakan meningkat dari USD69,97 juta menjadi USD183,91 juta. Di sisi lain, liabilitas juga naik menjadi USD126,04 juta, terutama dari fasilitas pinjaman bank sebesar USD100 juta.

Meski struktur utang meningkat, perseroan memproyeksikan adanya tambahan kontribusi laba bersih dalam beberapa tahun ke depan seiring masuknya produksi dari proyek tersebut.

Perseroan akan meminta persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 7 Mei 2026 di Jakarta, dengan agenda utama persetujuan akuisisi dan pemberian jaminan korporasi.***