JAKARTA, Ketikan.com — Presiden RI Prabowo Subianto menargetkan peningkatan kesejahteraan enam juta nelayan melalui pembangunan 1.386 Kampung Nelayan pada tahun ini.
Program tersebut akan dilengkapi berbagai sarana pendukung untuk menunjang aktivitas nelayan.
“Kita tahun ini akan meresmikan 1.386 kampung nelayan. Pertama kali dalam sejarah Indonesia nelayan diurus,” kata Prabowo saat peringatan Hari Buruh Internasional di Monas, Jakarta, Jumat (01/5).
Ia memastikan program itu akan berlanjut dengan pembangunan 1.500 kampung nelayan setiap tahun dalam empat tahun ke depan.
Menurut Presiden, dampak program ini tidak hanya dirasakan nelayan, tetapi juga keluarga mereka yang jumlahnya diperkirakan mencapai lebih dari 20 juta jiwa.
Pemerintah, kata dia, akan memperbaiki berbagai kendala utama yang selama ini dihadapi nelayan, terutama terkait infrastruktur dasar.
Salah satunya dengan membangun pabrik es di setiap Kampung Nelayan untuk menjaga kualitas hasil tangkapan.
“Yang selama ini mereka susah, mereka melaut tanpa es, sekarang kita bikin pabrik es di tiap Kampung Nelayan. Kita juga akan bantu kapal-kapal untuk mereka,” ujar Prabowo.
Sebagai penguatan perlindungan pekerja perikanan, Prabowo juga telah menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 25 Tahun 2026 tentang ratifikasi Konvensi ILO Nomor 188.
“Ada satu lagi hadiah untuk buruh, saya baru saja tanda tangan Perpres Nomor 25 Tahun 2026 tentang Ratifikasi Konvensi International Labour Organization Nomor 188, untuk memastikan perlindungan dan kesejahteraan bagi awak kapal perikanan,” katanya.
Di sisi lain, Presiden juga menegaskan komitmennya memperkuat perlindungan pekerja secara luas melalui percepatan penyelesaian RUU Ketenagakerjaan.
“Kalau bisa tahun ini juga harus selesai, dan undang-undang itu harus berpihak pada kaum buruh,” tegasnya.
Selain itu, pemerintah mengklaim telah menjalankan sejumlah kebijakan untuk buruh, mulai dari kenaikan upah minimum, penambahan kuota rumah bersubsidi, hingga pemberian bonus hari raya bagi pengemudi dan kurir.***
