PANGKALPINANG, Ketikan.com — Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sanjaya, mengklaim sekitar 65 persen masyarakat Indonesia membutuhkan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Klaim itu disampaikan berdasarkan hasil survei yang disebut menunjukkan mayoritas masyarakat masih memerlukan intervensi pemenuhan gizi.
“Berdasarkan survei, sebanyak 65 persen masyarakat Indonesia memerlukan program MBG ini,” kata Sony, dikutip dari Antara, Minggu (19/4).
Ia menyampaikan hal itu dalam rapat konsolidasi Program MBG di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Dalam forum tersebut, Sony menekankan pentingnya membangun sumber daya manusia (SDM) yang sehat, cerdas, dan berkualitas sebagai fondasi peningkatan perekonomian masyarakat.
Menurutnya, pelaksanaan program MBG harus dioptimalkan agar manfaatnya bisa dirasakan secara luas di daerah.
“Kami datang ke sini untuk saling mengingatkan agar pelaksanaan program MBG berjalan optimal guna meningkatkan kualitas SDM dan perekonomian masyarakat,” ujarnya.
Terkait masih adanya kendala teknis di lapangan, BGN disebut akan melakukan langkah mitigasi secara bertahap untuk memperbaiki kualitas pelaksanaan program.
Selain itu, pengawasan terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) juga akan diperketat.
“Kami terus mengawasi SPPG. Jika ditemukan pelanggaran, akan dinonaktifkan sementara,” kata Sony.*
