Kesehatan
Beranda » Berita » Puskesmas Arjasa Sumenep Klarifikasi soal Belanja Pakaian Rp215,28 Juta

Puskesmas Arjasa Sumenep Klarifikasi soal Belanja Pakaian Rp215,28 Juta

Puskesmas Arjasa, Pulau Kangean, Kabupaten Sumenep (Dok. Istimewa)

SUMENEP, Ketikan.com — Kepala Puskesmas Arjasa, Pulau Kangean, dr. Dini Martanti, memberikan klarifikasi terkait anggaran pengadaan pakaian pegawai senilai Rp215,28 juta pada Tahun Anggaran 2026.

Menurut Dini, anggaran tersebut direncanakan untuk pengadaan batik tradisional bagi sekitar 280 pegawai Puskesmas Arjasa.

“Rencana anggaran belanja untuk batik tradisional, dengan jumlah pegawai Puskesmas Arjasa sebanyak 280 orang. Yang rencananya akan kami belanjakan lewat e-katalog sesuai dengan aturan,” ujarnya.

Ia menegaskan anggaran tersebut masih bersifat rencana dan dapat dialihkan apabila terdapat kebutuhan lain yang lebih mendesak.

“Namun jika ada kebutuhan lain yang lebih penting dan urgent, anggaran bisa saja kami geser sesuai kebutuhan,” tambahnya.

Sumenep Siapkan 110 Ribu Bibit Kelapa Bersertifikat Dukung Hilirisasi Perkebunan

Berdasarkan data Rencana Umum Pengadaan (RUP), anggaran itu terbagi dalam dua paket pengadaan melalui metode E-Purchasing dengan sumber dana Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

Paket pertama berupa “Belanja Pakaian Adat Daerah” dengan nilai pagu Rp125.580.000. Sementara paket kedua yakni “Belanja Pakaian Dinas Harian (PDH)” senilai Rp89.700.000.

Sebelumnya, anggota Komisi IV DPRD Sumenep, Samsul Bahri, menyoroti besarnya anggaran pengadaan pakaian tersebut di tengah kebijakan efisiensi anggaran pemerintah.

“Saya menyoroti besarnya anggaran pembelian pakaian di Puskesmas Arjasa di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang sedang diterapkan pemerintah,” ujar politisi PKS itu, Senin (11/5).

Menurutnya, penggunaan anggaran harus mengedepankan skala prioritas dan lebih fokus pada kebutuhan layanan kesehatan yang mendesak.

Sumenep Raih Penghargaan Nasional Pelestarian Bahasa Daerah

“Di tengah keterbatasan anggaran, seharusnya fokus utama diarahkan pada peningkatan pelayanan, ketersediaan obat, fasilitas kesehatan, dan kebutuhan masyarakat yang lebih mendesak,” tegasnya.***