Ekonomi
Beranda » Berita » Sumenep Siapkan Pabrik Ikan untuk Dongkrak Ekonomi Nelayan

Sumenep Siapkan Pabrik Ikan untuk Dongkrak Ekonomi Nelayan

Bupati Fauzi saat MoU dengan PT Perikanan Indonesia dan CV Bhumiagri Nawasena Perkasa (Dok. Istimewa)

SUMENEP, Ketikan.com — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep menjalin kemitraan dengan PT Perikanan Indonesia dan CV Bhumiagri Nawasena Perkasa di Jakarta, Senin (13/4/2026).

Kesepakatan itu diteken sebagai upaya mendorong pemanfaatan potensi perikanan sekaligus menggerakkan ekonomi daerah.

“Kami mengharapkan kemitraan ini mampu mendorong percepatan pemanfaatan hasil perikanan di Kabupaten Sumenep,” kata Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo, dikutip Minggu (19/4).

Pemkab, lanjut Fauzi, juga mendorong penguatan sektor hilir melalui pembangunan pabrik pengolahan ikan.

Langkah ini dinilai penting agar komoditas perikanan tidak hanya dijual dalam bentuk mentah.

Purbaya Tolak Ngutang ke IMF, Klaim RI Masih Kuat

“Dengan pengolahan, komoditas lokal bisa bersaing di pasar lebih luas, meningkatkan pendapatan nelayan, dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya.

Dijelaskan, Sumenep memiliki potensi perikanan yang cukup besar, baik dari tangkapan laut maupun budidaya.

Bahkan, lanjutnya, potensi tersebut selama ini menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat pesisir.

“Potensi ini harus dikelola optimal agar memberi dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat, khususnya nelayan dan pelaku usaha,” ucapnya.

Fauzi menambahkan, Pemkab akan memperkuat sinergi dengan pelaku usaha untuk membangun ekosistem perikanan yang berkelanjutan dan berdaya saing.

Pilkades Raas 2027: Saatnya Menggugat Politik Kucing dalam Karung

Sementara itu, Direktur Utama PT Perikanan Indonesia, Titik Mustilasari, menyebut Sumenep sebagai daerah yang prospektif di sektor perikanan.

Produksi tangkap di wilayah itu disebut mencapai sekitar 44 ribu ton per tahun, ditopang potensi budidaya dan komoditas ekspor.

“Kami berharap kolaborasi ini dapat meningkatkan nilai tambah produk perikanan dan memperkuat rantai pasok,” katanya.*