Ekonomi
Beranda » Berita » Sumenep Siapkan 110 Ribu Bibit Kelapa Bersertifikat Dukung Hilirisasi Perkebunan

Sumenep Siapkan 110 Ribu Bibit Kelapa Bersertifikat Dukung Hilirisasi Perkebunan

Penangkaran bibit kelapa di Desa Legung Timur, guna dukung hilirisasi perkebunan (Dok. Istimewa)

SUMENEP, Ketikan.com — Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, menyiapkan sekitar 110 ribu bibit kelapa bersertifikat untuk mendukung program hilirisasi subsektor perkebunan yang tengah dipercepat pemerintah pusat.

Hal itu terlihat dari pengembangan penangkaran bibit kelapa milik CV Elang Buana di Desa Legung Timur, Kecamatan Batang-Batang, yang telah mengantongi sertifikasi resmi dari UPT Pengawasan dan Sertifikasi Benih Perkebunan Provinsi Jawa Timur.

Direktur CV Elang Buana, Hadi Triono, mengatakan Sumenep memiliki potensi besar sebagai daerah penghasil kelapa sehingga membutuhkan dukungan bibit unggul untuk meningkatkan produktivitas perkebunan masyarakat.

“Sumenep ini punya potensi kelapa yang luar biasa. Jadi kebutuhan bibit unggul memang harus dipersiapkan dari sekarang supaya pengembangan perkebunan masyarakat bisa lebih baik dan produktif,” kata Hadi, Selasa (26/5).

Pansus DPR Libatkan Publik dalam Penyusunan RUU Desain Industri

Menurutnya, kualitas bibit menjadi faktor penting dalam mendukung hilirisasi perkebunan karena akan menentukan kualitas bahan baku yang dihasilkan petani.

“Kalau bibitnya bagus dan terjamin, otomatis hasil perkebunan masyarakat juga akan lebih bagus. Ini penting karena hilirisasi tidak akan berjalan maksimal tanpa dukungan bahan baku yang berkualitas,” ujarnya.

Hadi menilai program hilirisasi membuka peluang besar bagi daerah penghasil kelapa seperti Sumenep.

Menurutnya, komoditas kelapa tidak hanya memiliki nilai ekonomi dari hasil panen, tetapi juga dapat diolah menjadi berbagai produk turunan bernilai tambah, mulai dari minyak kelapa hingga produk industri lainnya.

“Ke depan, kelapa bukan hanya dijual buahnya saja. Banyak produk turunan yang bisa dikembangkan, mulai dari minyak kelapa, olahan pangan, sampai produk industri lainnya,” ungkapnya.

Komisi I DPR Soroti Ancaman Siber dan Konten Negatif di Ruang Digital

Selain memenuhi kebutuhan bibit perkebunan, keberadaan penangkaran kelapa tersebut juga dinilai mampu membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat melalui penyerapan tenaga kerja dan penguatan usaha perkebunan berbasis desa.***