News
Beranda » Berita » Setelah 50 Tahun, NASA Kembali Kirim Manusia ke Bulan, Demi Saingi China

Setelah 50 Tahun, NASA Kembali Kirim Manusia ke Bulan, Demi Saingi China

Peluncuran roket misi Artemis II dari Kennedy Space Center, Florida (Dok/NASA)

Jakarta, Ketikan.com — Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) resmi meluncurkan misi Artemis II dari Kennedy Space Center, Florida, Rabu (1/4/2026).

Misi ini menandai kembalinya penerbangan manusia ke lingkungan Bulan setelah 53 tahun sejak program Apollo terakhir.

Roket Space Launch System (SLS) yang membawa kapsul Orion lepas landas menjelang matahari terbenam, mengangkut empat astronaut dalam misi selama 10 hari.

Mereka akan menempuh jarak hingga 406.000 kilometer, melampaui rekor Apollo 13 pada 1970.

Empat kru tersebut terdiri dari astronaut NASA Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch, serta astronaut Badan Antariksa Kanada (CSA) Jeremy Hansen.

Purbaya Tolak Ngutang ke IMF, Klaim RI Masih Kuat

Keberhasilan ini juga menjadi validasi penting bagi pengembangan roket SLS oleh Boeing dan Northrop Grumman, setelah melalui proses panjang dan penuh tantangan.

Meski Artemis II tidak mendarat di Bulan, misi ini menjadi tahap krusial sebelum pendaratan manusia di Kutub Selatan Bulan yang ditargetkan pada 2028.

Langkah ini juga menjadi bagian dari persaingan global, seiring rencana China yang menargetkan misi berawak ke Bulan pada 2030.