Ekonomi
Beranda » Berita » Purbaya Tolak Ngutang ke IMF, Klaim RI Masih Kuat

Purbaya Tolak Ngutang ke IMF, Klaim RI Masih Kuat

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (Dok/Antara)

JAKARTA, Ketikan.com — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menolak tawaran bantuan pendanaan dari International Monetary Fund (IMF) di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Ia menegaskan Indonesia masih memiliki kondisi fiskal yang kuat, salah satunya ditopang Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp420 triliun.

Pernyataan itu disampaikan usai pertemuannya dengan Managing Director IMF, Kristalina Georgieva, di Washington DC, Amerika Serikat, Selasa (14/4/2026).

“Saya tanya ke mereka apakah ada kebijakan khusus dari IMF untuk membantu mengurangi ketidakpastian. Dia bilang IMF tidak punya otoritas melakukan hal itu, tetapi mereka menyediakan dana bantuan untuk negara-negara yang membutuhkan. Tentu saja Indonesia tidak membutuhkan karena anggaran kita cukup baik dan kita masih punya bantalan yang cukup besar yaitu Rp420 triliun,” ujar Purbaya dalam keterangan resminya, dikutip Senin (20/4).

Menurut Purbaya, IMF sempat mempertanyakan ketahanan ekonomi Indonesia di tengah tekanan global. Ia menyebut pemerintah telah melakukan perubahan kebijakan sejak akhir tahun lalu.

Sumenep Siapkan Pabrik Ikan untuk Dongkrak Ekonomi Nelayan

“Mereka agak bingung sebetulnya tadinya kenapa kita bisa bertahan di tengah keadaan global seperti ini. Saya jelaskan bahwa kita sudah mengubah kebijakan sejak akhir tahun lalu dan dampaknya sudah jelas. Jadi, ekonomi kita sedang mengalami percepatan ketika ada shock dari ketidakpastian global dari harga minyak yang tinggi,” jelasnya.

IMF, lanjut Purbaya, juga memprediksi ketidakpastian global masih akan berlangsung dalam waktu ke depan, terutama dipicu konflik geopolitik yang belum mereda.

“IMF menjelaskan ketidakpastian global masih akan tetap tinggi dalam beberapa waktu ke depan karena perang juga tidak jelas hasilnya akan seperti apa. Jadi, kita akan menghadapi ketidakpastian,” pungkasnya.*