JAKARTA, Ketikan.com — Pemerintah menargetkan pembangunan 100 Sekolah Nasional Terintegrasi pada 2026.
Program itu disiapkan untuk pemerataan akses pendidikan bagi siswa berprestasi di berbagai daerah.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti mengatakan pembangunan sekolah tersebut merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto.
“Tahun ini direncanakan kita akan bangun seratus Sekolah Nasional Terintegrasi dan sudah ada usulan-usulan sekolah yang masuk dari 36 yang sudah kami seleksi,” kata Abdul Mu’ti di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (11/6).
Abdul Mu’ti menjelaskan, lima sekolah akan memanfaatkan balai milik Kemendikdasmen. Satu sekolah lainnya akan dibangun di Ibu Kota Nusantara (IKN). Sementara sembilan sekolah baru akan dibangun di daerah yang telah lolos seleksi.
Menurutnya, Sekolah Nasional Terintegrasi menjadi bagian dari program pemerataan kualitas pendidikan.
Sekolah tersebut ditujukan bagi siswa berprestasi dari berbagai latar belakang masyarakat.
Pembangunan sekolah dilakukan melalui dua skema, yakni membangun sekolah baru dan meningkatkan fasilitas sekolah yang sudah ada.
Pemerintah juga membuka kerja sama dengan pihak swasta dalam pembangunan sekolah baru.
Dalam skema itu, pihak swasta membangun fasilitas sekolah, sedangkan biaya operasional ditanggung pemerintah pusat.
Selain pembangunan sekolah baru, Abdul Mu’ti juga melaporkan progres revitalisasi sekolah kepada Presiden Prabowo.
Ia menyebut perbaikan fasilitas pendidikan pada 2025 telah mencapai 16.167 satuan pendidikan.
Sementara target revitalisasi pada tahun ini mencapai 71.744 satuan pendidikan di seluruh Indonesia.
Sebanyak 11.744 sekolah akan dikerjakan menggunakan anggaran Rp14 triliun yang telah disetujui DPR RI.
