Jakarta, Ketikan.com – Pendiri lembaga survei Cyrus Network, Hasan Nasbi, mengkritik pernyataan pendiri Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Prof. Saiful Mujani, yang dinilai mengarah pada ajakan menjatuhkan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Kritik tersebut disampaikan Hasan melalui akun Instagram pribadinya, @hasan_nasbi, usai beredarnya potongan video pernyataan Saiful dalam sebuah acara halalbihalal di Jakarta Timur.
“Saya terpaksa mengungkapkan kekecewaan saya,” ujar Hasan, dikutip Senin (6/4/2026).
Hasan mengaku miris dan menilai pernyataan tersebut bernuansa provokatif.
“Mungkin hasrat untuk berkuasa tanpa pemilu ini meronta-ronta dalam jiwa mereka. Mereka ingin menempuh jalan untuk berkuasa tanpa melalui proses demokrasi,” ujarnya.
Lebih ironi, lanjut Hasan, pernyataan tersebut disampaikan oleh seorang akademisi sekaligus konsultan politik yang selama ini berkecimpung dalam sistem demokrasi.
“Sebagai konsultan politik, beliau mendapatkan keuntungan dari proses demokrasi, baik pilkada, pilpres, maupun pileg. Tapi hari ini semua itu justru dihina,” kata Hasan.
Menurutnya, kritik terhadap pemerintah merupakan hal yang wajar dalam demokrasi. Namun, ajakan untuk menjatuhkan pemerintah dinilai melampaui batas.
“Kritik itu tidak masalah. Tapi kalau pemerintah tidak melanggar undang-undang atau konstitusi, lalu ada ajakan menjatuhkan presiden karena keinginan pribadi tidak terpenuhi, itu tidak bisa diterima,” tegasnya.
Lebih lanjut, Hasan mengingatkan pentingnya menjaga stabilitas dan persatuan di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian, baik dari sisi ekonomi maupun keamanan.
Menurutnya, provokasi politik tidak produktif dan justru dapat memperkeruh suasana di dalam negeri.
“Yang kita butuhkan saat ini adalah persatuan dan kerja sama agar bangsa ini bisa melewati situasi sulit dengan baik,” ucapnya.
Sebelumnya, viral potongan video Saiful Mujani berisi dugaan ajakan menjatuhkan Presiden Prabowo Subianto.
Pernyataan itu disampaikan dalam acara halal bihalal di kawasan Utan Kayu, Jakarta Timur, Selasa (31/3/2026).
“Saya alternatifnya bukan pada prosedur yang formal, impeachment. Itu tidak akan jalan. Yang jalan hanya ini, bisa enggak kita mengkonsolidasikan diri untuk menjatuhkan Prabowo,” ujarnya dalam video yang beredar.
