News
Beranda » Berita » BRIN Kembangkan PLTSa Merah Putih, Solusi Atasi Masalah Sampah

BRIN Kembangkan PLTSa Merah Putih, Solusi Atasi Masalah Sampah

Peneliti BRIN, Wiharja dalam diskusi di Jakarta (Dok. Antara)

JAKARTA, Ketikan.com – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan inovasi pengelolaan sampah melalui Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di Bantargebang, Bekasi.

Pengembangan teknologi ini dilakukan sebagai upaya menjawab tantangan krisis pengelolaan sampah di wilayah perkotaan.

Peneliti Pusat Riset Teknologi Lingkungan dan Teknologi Bersih BRIN, Wiharja, menjelaskan sistem tersebut memanfaatkan sampah kota sebagai bahan bakar untuk menghasilkan energi listrik.

“Sampah dipilah dan dikeringkan terlebih dahulu untuk meningkatkan nilai kalor, kemudian dibakar untuk menghasilkan panas yang diubah menjadi listrik,” ujarnya dalam diskusi di Jakarta, Kamis (16/4).

Ia menuturkan, panas dari proses pembakaran digunakan untuk menghasilkan uap yang menggerakkan turbin dan generator.

Purbaya Tolak Ngutang ke IMF, Klaim RI Masih Kuat

Sementara gas hasil pembakaran telah melalui proses penyaringan agar sesuai dengan baku mutu lingkungan.

“Pendekatan ini mampu mengurangi volume sampah hingga 80 persen sekaligus mengkonversinya menjadi energi,” katanya.

Wiharja mengungkapkan, PLTSa Merah Putih yang dikembangkan BRIN saat ini masih dalam tahap percontohan (pilot project) dengan kapasitas pengolahan 100 ton sampah per hari.

Fasilitas tersebut dibangun sejak 2018 hingga 2022 bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dengan kapasitas listrik sebesar 700 kilowatt (kW) untuk kebutuhan internal.

Menurutnya, jika dikembangkan dalam skala penuh, potensi energi dari sampah di kota besar seperti Jakarta bisa mencapai puluhan megawatt, tergantung volume dan karakteristik sampah.

Pemerintah Tetapkan 96,8 Juta Warga Penerima BPJS Gratis

Ia menambahkan, teknologi ini memiliki keunggulan karena adaptif terhadap karakteristik sampah di Indonesia yang umumnya berkadar air tinggi dan belum terpilah dengan baik.

Selain itu, PLTSa berbasis riset nasional dinilai lebih fleksibel untuk disesuaikan dengan kebutuhan daerah.

Ke depan, teknologi ini diproyeksikan menjadi salah satu pilar penting dalam pengelolaan sampah terpadu, sekaligus mendukung penyediaan energi terbarukan dan pengurangan emisi.*