JAKARTA, Ketikan.com – Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri melarang keras kadernya terlibat korupsi.
Hal itu disampaikan saat membuka agenda penguatan organisasi bagi ketua, sekretaris, dan bendahara (KSB) pengurus daerah se-Indonesia di Sekolah Partai PDIP, Jakarta, Kamis (16/4/2026).
Dalam arahannya, Megawati menekankan pentingnya kader memahami pemikiran kritis-dialektis Bung Karno agar memiliki visi masa depan sekaligus tetap membumi bersama rakyat.
“Saya akan memberikan peringatan keras kepada kader yang tidak mau bekerja maksimal di lapangan. Dilarang korupsi, turun ke bawah rasakan denyut kehidupan rakyat,” ujar Megawati, mengutip Antara, Minggu (19/4).
Menurutnya, kedekatan dengan rakyat menjadi kunci utama dalam memahami politik sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
Selain itu, Megawati juga menyinggung situasi global, termasuk ketegangan Iran-Israel di Selat Hormuz yang dinilai berpotensi berdampak pada perekonomian nasional.
Ia pun menginstruksikan kepala daerah dan pimpinan dewan dari PDIP untuk mengambil langkah cepat dan terukur, termasuk melakukan penghematan anggaran.
“Kedepankan sense of priority dan urgency. Pastikan kebutuhan pangan rakyat dan dorong program padat karya,” tegasnya.
Di dalam negeri, Megawati mengaku menerima banyak laporan dari masyarakat, khususnya para ibu, terkait kenaikan harga bahan pokok seperti cabai.
Kondisi itu, menurutnya, harus menjadi perhatian serius kader PDIP.
Ia meminta kader tidak tinggal diam, melainkan aktif turun membantu masyarakat melalui berbagai program, seperti penguatan ketahanan pangan keluarga hingga sosialisasi pola konsumsi makanan bergizi murah untuk menekan angka stunting.
Megawati juga mengingatkan posisi PDIP saat ini sebagai penyeimbang di luar pemerintahan, sehingga kader diminta tidak bermain-main dan tetap taat hukum.
Dalam aspek organisasi, Megawati menegaskan pembagian peran KSB. Ketua diminta mampu mengonsolidasikan kader hingga ke tingkat bawah, sekretaris bertanggung jawab atas operasional partai, sementara bendahara diminta menjaga tata kelola keuangan secara transparan.
“Kalau bendahara, uang jangan dipegang sendiri. Tidak boleh mencampur uang pribadi dengan uang organisasi,” tegasnya.
Ia juga mencontohkan dirinya yang tidak pernah menyentuh keuangan partai karena hal itu merupakan tanggung jawab bendahara.
Lebih lanjut, Megawati mewajibkan pengurus daerah menggelar rapat rutin minimal sekali dalam sepekan dengan sistem absensi ketat, serta memastikan kantor partai selalu terbuka untuk melayani masyarakat.
“Bikin kebiasaan rapat. Cari masalahnya, lalu cari solusinya,” ujarnya.
Megawati menegaskan, tujuan utama penguatan organisasi ini adalah membangun partai yang kuat secara ideologis dan mampu memenangkan hati rakyat.
“Kemenangan bagi kita bukan sekadar elektoral, tapi ketika rakyat merasakan kehadiran partai dan keadilan,” pungkasnya.
Kegiatan tersebut diikuti ratusan pengurus daerah, baik secara langsung maupun daring, dan dijadwalkan berlangsung selama beberapa pekan ke depan.*
