PAMEKASAN, Ketikan.com – Warga Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, diduga menjadi korban penipuan dalam pengurusan izin operasional dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dua korban, yakni Abd Ghaffar dan Moh Sakir, telah melaporkan kasus tersebut ke Polres Pamekasan, Selasa (7/4/2026) didampingi kuasa hukum, Akhmad Mausul Nasri.
Kasi Humas Polres Pamekasan, Ipda Yoni Evan, mengatakan terduga pelaku merupakan seorang oknum perempuan asal Malang, Jawa Timur.
“Keduanya menduga telah menjadi korban penipuan oleh beberapa orang terkait pengurusan izin operasional dapur MBG,” ujar Yoni, mengutip Antara, Kamis (1/4).
Ia menjelaskan, dalam laporan tersebut, terlapor disebut menjanjikan dapat membantu proses perizinan operasional dapur MBG.
Ghaffar mengaku telah menyerahkan uang sebesar Rp60 juta, sedangkan Sakir sebesar Rp30 juta, dengan pembayaran melalui transfer bank maupun secara tunai.
Selain menjanjikan pengurusan izin, terlapor juga mengklaim mampu menghadirkan investor agar operasional dapur MBG berjalan tanpa kendala permodalan.
Namun, hingga saat ini izin yang dijanjikan tidak kunjung terbit, sehingga dapur MBG yang direncanakan belum dapat beroperasi.
“Pertemuan antara korban dan terduga pelaku sudah berlangsung sejak 2024,” kata Yoni.
Sementara itu, penasihat hukum korban, Akhmad Mausul Nasri, menyebut jumlah korban dalam kasus ini diduga lebih dari 10 orang. Namun, hingga kini baru dua orang yang melapor secara resmi ke kepolisian.
Ia berharap aparat kepolisian dapat segera mengusut tuntas perkara tersebut, mengingat program MBG merupakan salah satu program prioritas pemerintah.
“Korban dalam kasus ini sebenarnya bukan hanya dua orang, namun lebih dari 10 orang. Hanya saja yang baru melapor ke Mapolres Pamekasan baru dua orang,” katanya.*
