News
Beranda » Berita » Darurat Narkoba, Satgas BAANAR Sumenep Soroti Lemahnya Pengawasan Kepulauan

Darurat Narkoba, Satgas BAANAR Sumenep Soroti Lemahnya Pengawasan Kepulauan

Sekretaris Satgas BAANAR Sumenep, Eddy Khamaidi (Dok. Istimewa)

SUMENEP, Ketikan.com – Satgas BAANAR GP Ansor Kabupaten Sumenep menyoroti maraknya peredaran narkotika di wilayah kepulauan yang dinilai kian mengkhawatirkan.

Kondisi geografis Sumenep yang terdiri dari ratusan pulau disebut menjadi celah strategis bagi masuknya narkoba melalui jalur laut.

Sepanjang 2025, aparat menemukan sekitar 50 kilogram sabu di Kepulauan Masalembu. Pada 2026, publik kembali dikejutkan dengan temuan bungkusan diduga kokain seberat 27,83 kilogram di Pulau Giligenting.

Sekretaris Satgas BAANAR Sumenep, Eddy Khamaidi, menilai kondisi tersebut sudah masuk kategori darurat.

Ia menyebut fenomena “narkoba tanpa tuan” yang muncul dalam dua tahun terakhir menjadi indikator kuat masih aktifnya jaringan peredaran gelap.

Sumenep Siapkan Pabrik Ikan untuk Dongkrak Ekonomi Nelayan

“Sumenep berada dalam situasi darurat narkoba. Meski banyak pelaku telah ditangkap, pola temuan tanpa pemilik menunjukkan perlawanan harus diperkuat dan lebih masif,” ujarnya.

Menurut Eddy, pola peredaran yang sulit dilacak hingga ke akar menandakan jaringan narkotika masih bekerja secara sistematis.

Perkuat Pengawasan Jalur Laut

Satgas BAANAR mendorong penguatan pengawasan di wilayah kepulauan, khususnya pada pintu-pintu masuk jalur laut.

Patroli perairan serta pengawasan pelabuhan rakyat atau “pelabuhan tikus” dinilai perlu ditingkatkan untuk memutus rantai distribusi.

Wakil Ketua MPR Apresiasi Kepuasan Publik ke Prabowo di Tengah Krisis Global

Selain itu, penegakan hukum juga diminta dilakukan secara tegas dan terpadu tanpa kompromi terhadap bandar maupun pengedar yang memanfaatkan wilayah kepulauan sebagai jalur transit.

Di sisi lain, edukasi melalui program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) perlu diperluas hingga ke tingkat masyarakat paling bawah.

“Kepulauan adalah aset yang harus dijaga. Narkoba tidak hanya merusak kesehatan, tetapi juga mengancam struktur sosial dan ekonomi masyarakat,” kata Eddy.

Desak Transparansi Aparat

Terkait temuan diduga kokain di Giligenting, Eddy mendesak aparat penegak hukum untuk menyampaikan informasi secara transparan.

Pilkades Raas 2027: Saatnya Menggugat Politik Kucing dalam Karung

Pihaknya meminta Polres Sumenep segera menggelar konferensi pers guna menjelaskan kronologi dan jumlah pasti barang bukti.

Selain itu, penyelidikan diminta tidak berhenti pada penemuan barang, tetapi ditelusuri hingga ke sumber jaringan peredaran.

Satgas juga mendorong pemetaan wilayah rawan serta pengawasan intensif pada titik-titik yang berpotensi menjadi jalur transit, baik regional maupun internasional.

Menurutnya, sinergi lintas sector mulai dari pemerintah daerah, aparat keamanan, otoritas pelabuhan hingga masyarakat dinilai menjadi kunci.

“Satgas BAANAR siap bersinergi dan berada di garis depan dalam memerangi narkoba demi masa depan Sumenep yang bersih dan bermartabat,” pungkasnya.

Sebelumnya, warga di pesisir Pantai Kahuripan, Desa Gedugan, Pulau Giligenting, menemukan bungkusan mencurigakan yang diduga kokain seberat 27,83 kilogram, Senin (13/4/2026) malam.

Barang tersebut kini diamankan Polda Jawa Timur untuk uji laboratorium, setelah rencana rilis resmi di Polres Sumenep dibatalkan.*