News
Beranda » Berita » UEA, China hingga Jepang Lirik Madura, Tiga Perusahaan Siap Bangun Industri di Bangkalan

UEA, China hingga Jepang Lirik Madura, Tiga Perusahaan Siap Bangun Industri di Bangkalan

CEO PT Wiraraja Madura Akhmad Ma'ruf Maulana bersama Bupati Bangkalan Lukman Hakim saat menghadiri penandatanganan kerja sama.(Dok.Ketikan.com)

BANGKALAN, Ketikan.com – Rencana pengembangan kawasan industri di Kabupaten Bangkalan mulai memasuki tahap serius. Sedikitnya tiga perusahaan disebut telah menyatakan kesiapan membangun fasilitas industri di Bangkalan dengan dukungan PT Wiraraja Madura.

Komitmen tersebut mengemuka dalam Join Development Agreement Signing Ceremony antara Wiraraja Madura Industrial Estate III dan Odasco LLC (Asalem Automation Systems) yang digelar di Pendopo Agung Bangkalan, Kamis (10/9/2026) kemarin.

CEO PT Wiraraja Madura, Akhmad Ma’ruf Maulana, menegaskan pihaknya tidak ingin sekadar menawarkan lahan kepada investor. Menurutnya, kawasan industri harus terlebih dahulu dibangun dan dikembangkan sehingga mampu menarik investasi masuk ke Madura.

“Dunia sudah tidak baik-baik, seluruh dunia. Kompetisi terus bergerak. Jadi kitanya juga harus membuat sesuatu, jangan menunggu,” kata Ma’ruf.

Sebagai putra daerah, Ma’ruf mengaku memiliki dorongan kuat untuk membangun industri di Madura. Ia menilai selama puluhan tahun investasi berskala besar masih belum banyak masuk ke kawasan tersebut.

Wapres Gibran Kunjungi Korban Keracunan MBG di Berastagi Karo

“Saya sebagai putra daerah, sangat miris, masa sih di luar saya bisa membangun, di Madura saya nggak bisa bangun,” ujarnya.

Ia menegaskan investasi yang dibawa ke Madura bukan sekadar bisnis jual beli lahan.

“Saya bukan menjual-jualin lahan Madura. Saya bangun Madura, saya develop, baru saya tarik mereka investasinya,” tegasnya.

Untuk tahap awal, PT Wiraraja Madura menyiapkan lahan sekitar 70 hingga 80 hektare. Sementara pengembangan klaster industri tahap awal diperkirakan membutuhkan lahan sekitar 100 hektare.

Sejumlah sektor yang diproyeksikan masuk antara lain energi terbarukan atau PLTS, industri plastik, oil and gas, hingga industri berbasis singkong.

Target Investasi Semester I Tulungagung Tercapai, Pemkab Siapkan Perubahan di PAK

Pengembangan kawasan tersebut juga diproyeksikan membuka berbagai jenis lapangan pekerjaan. Mulai dari operator, teknisi, administrasi hingga accounting.

Sementara tenaga ahli atau engineering dari investor akan dilibatkan dalam proses pengembangan sekaligus transfer pengetahuan dan teknologi kepada tenaga kerja lokal.

Ma’ruf berharap rencana tersebut mendapat dukungan masyarakat, pemerintah, dan seluruh elemen daerah. Menurutnya, investasi akan sulit berkembang apabila kondisi daerah tidak kondusif.

“Kita sama-sama ingin mengubah Madura, keluar dari kemiskinan,” katanya.

Bupati Bangkalan Lukman Hakim mengungkapkan, sedikitnya tiga perusahaan telah menyatakan kesiapan membangun fasilitas industri di Bangkalan.

Mahasiswa KKN-T UTM Kenalkan AI ke Warga Desa Morombuh

“Sudah ada tiga perusahaan yang siap bangun di Bangkalan. Tinggal penyiapan lahan dan pematangannya,” kata Lukman.

Menurutnya, kerja sama tersebut melibatkan PT Wiraraja Madura dengan sejumlah investor internasional, di antaranya dari Uni Emirat Arab, China dan Jepang.

Pemerintah Kabupaten Bangkalan, kata Lukman, akan memberikan dukungan untuk memperlancar proses pengembangan kawasan industri tersebut.

Lokasi pengembangan disebut berada tidak jauh dari kawasan yang telah ditetapkan dalam RTRW Kabupaten Bangkalan, salah satunya di wilayah Socah.

Untuk tahap awal, kebutuhan lahan diperkirakan mencapai 200 hingga 500 hektare. Dalam jangka panjang, pengembangan kawasan industri tersebut ditargetkan mampu menyerap sekitar 3.000 tenaga kerja.

Yang menjadi perhatian utama Pemkab Bangkalan adalah keterlibatan tenaga kerja lokal.

Lukman mengatakan investor telah menyatakan kesanggupan untuk memprioritaskan masyarakat Bangkalan dan Madura sebagai tenaga kerja.

“Awalnya kita minta 60-70 persen, mereka siap 80 persen,” ujarnya.

Untuk memenuhi kebutuhan sumber daya manusia sesuai standar industri, Pemkab Bangkalan akan menggandeng Universitas Trunojoyo Madura (UTM) dalam menyiapkan tenaga kerja yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan perusahaan.

Selain menyiapkan SDM, Pemkab Bangkalan juga tengah menyusun regulasi yang berkaitan dengan industri dan investasi. Regulasi tersebut nantinya menjadi dasar hukum untuk memastikan berbagai komitmen investor, termasuk kewajiban dalam penyerapan tenaga kerja lokal.

“Lagi menyusun perda yang terkait dengan industri atau investasi. Itu yang akan menjadi kekuatan hukum kita,” jelas Lukman.

Rencana tersebut diharapkan menjadi salah satu pintu masuk percepatan industrialisasi Bangkalan sekaligus membuka lapangan kerja baru dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Madura.