SUMENEP, Ketikan.com – Anggota DPRD Sumenep dari Komisi I, Ahmad Juhairi, menyambut positif usulan pembangunan Pos TNI Angkatan Laut (Posal) di Kepulauan Masalembu.
Politikus yang berasal dari Kepulauan Masalembu itu menilai keberadaan Pos TNI AL merupakan kebutuhan yang telah lama diharapkan masyarakat, terutama nelayan yang beraktivitas di wilayah perairan setempat.
“Saya menyampaikan apresiasi yang luar biasa dan ucapan terima kasih atas diterbitkannya surat permohonan usulan pembangunan Pos TNI Angkatan Laut di Kepulauan Masalembu oleh Bupati Sumenep,” kata Juhairi, Selasa (1/9/2026).
Menurutnya, kehadiran institusi negara yang bertugas menjaga keamanan wilayah laut sangat dibutuhkan masyarakat Masalembu.
Hal itu, kata dia, berkaitan dengan berbagai persoalan yang selama ini dihadapi masyarakat kepulauan, mulai dari aktivitas kapal penangkap ikan yang menggunakan alat tangkap yang dinilai dapat merusak ekosistem laut hingga kecelakaan laut.
“Keberadaan Pos TNI Angkatan Laut ini merupakan salah satu institusi negara yang sangat diharapkan oleh masyarakat Masalembu, khususnya masyarakat nelayan,” ujarnya.
Juhairi menilai keberadaan Pos TNI AL nantinya dapat memperkuat pengawasan aktivitas di laut sekaligus mempercepat respons terhadap kondisi darurat.
Ia juga berharap usulan tersebut tidak berhenti pada penyampaian surat, tetapi dapat ditindaklanjuti hingga pembangunan Pos TNI AL benar-benar terealisasi.
“Saya berharap semoga permohonan usulan pembangunan Pos TNI Angkatan Laut ini dapat segera mendapatkan respons positif dari Kepala Staf Angkatan Laut Republik Indonesia dan pihak terkait lainnya,” katanya.
Sebelumnya, Pemkab Sumenep mengusulkan pembangunan Pos TNI AL di Kepulauan Masalembu melalui surat Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo bernomor 200.1.3.1/5/401/2026 tertanggal 31 Agustus 2026.
Surat tersebut ditujukan kepada Kepala Staf TNI Angkatan Laut di Jakarta.
Dalam surat itu disebutkan, keberadaan Pos TNI AL dibutuhkan untuk memperkuat kedaulatan wilayah maritim, sekaligus meningkatkan keamanan, ketertiban, dan keselamatan di perairan utara Jawa Timur, khususnya Kepulauan Masalembu.
Masalembu memiliki posisi geografis strategis karena berada di jalur perairan yang menjadi bagian dari Alur Laut Kepulauan Indonesia II (ALKI II).
Selain menjadi jalur pelayaran, wilayah perairan Masalembu juga memiliki potensi perikanan dan aktivitas perdagangan yang cukup besar.
Keberadaan Pos TNI AL diharapkan dapat mendukung pengawasan dan keamanan laut, termasuk tugas intelijen maritim, penanganan kondisi darurat, penegakan hukum di laut hingga pembinaan potensi maritim.
Dengan kondisi tersebut, Juhairi berharap pembangunan Pos TNI AL dapat menjadi langkah nyata dalam memperkuat kehadiran negara sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat Masalembu.
