SUMENEP, Ketikan.com – Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin (FTMM) Universitas Airlangga (UNAIR) menggelar program pengabdian kepada masyarakat bertaraf internasional di Kabupaten Sumenep, Jumat (31/7/2026).
Kegiatan ini melibatkan peserta dari Malaysia, China, Prancis, Pakistan, dan Taiwan yang mewakili 16 perguruan tinggi mitra FTMM UNAIR.
Program bertajuk Sustainable Energy and Green Technology Application (SEGTA) tersebut dilaksanakan di SDN Kertasada 1 dan SDN Marengan Daya 1, Kecamatan Kalianget, serta di Pulau Gili Iyang.
Dekan FTMM UNAIR, Prof. Dr. Ir. Retna Apsari, mengatakan kegiatan tersebut menjadi wadah penerapan hasil penelitian dosen dan mahasiswa agar dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.
“Tujuan kami mengimplementasikan teknologi energi berkelanjutan sekaligus mengenalkan penggunaan energi nonfosil sejak usia sekolah dasar. Karena itu, siswa diajak belajar panel surya melalui kegiatan yang mudah dipahami,” ujarnya.
Di SDN Kertasada 1 dan SDN Marengan Daya 1, para siswa diperkenalkan energi terbarukan melalui praktik merakit kit panel surya sederhana dan permainan edukasi tentang kelistrikan, yang didampingi akademisi Universiti Malaysia Perlis (UniMAP), Malaysia.
Menurut Prof. Retna, edukasi energi bersih sejak dini penting untuk membangun kepedulian generasi muda terhadap pemanfaatan teknologi ramah lingkungan.
Ia menjelaskan, pemilihan dua sekolah tersebut didasarkan pada karakter wilayah pesisir yang memiliki kondisi serupa dengan Pulau Gili Iyang sehingga dapat menjadi lokasi pembelajaran bagi peserta internasional.
“Kami mencari lokasi yang memiliki karakter lingkungan hampir sama dengan Gili Iyang. Dengan jumlah peserta sekitar 150 orang, tentu tidak mungkin semuanya berada di Gili Iyang pada waktu yang sama,” katanya.
Selain kegiatan di sekolah, peserta internasional juga mengikuti berbagai program pengabdian di Pulau Gili Iyang.
Mereka terlibat dalam perawatan solar shelter, penanaman pohon kelapa, edukasi pengelolaan sampah plastik, hingga sosialisasi penyediaan air bersih.
FTMM UNAIR telah mengembangkan berbagai inovasi di Pulau Gili Iyang selama empat tahun terakhir, di antaranya pembangunan solar shelter, penyediaan sepeda listrik dan sepeda motor listrik, instalasi penyaring air bersih, serta pembangunan depot air minum bagi masyarakat.
Selain UniMAP, City University of Hong Kong (CityU) juga berpartisipasi dengan memperkenalkan teknologi coating paint, yakni cat pelapis yang mampu mengurangi panas pada bangunan. Teknologi tersebut diterapkan melalui pengecatan rumah-rumah warga di Pulau Gili Iyang.
Prof. Retna berharap kolaborasi internasional tersebut terus berlanjut agar hasil penelitian perguruan tinggi semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat, khususnya di wilayah kepulauan.
“Melalui kegiatan ini kami memperlihatkan hasil penelitian yang sudah diterapkan di masyarakat. Dari situ kami berharap lahir masukan untuk pengembangan inovasi berikutnya bersama mitra internasional,” tandasnya.
