SUMENEP, Ketikan.com – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo mendorong hilirisasi garam lokal untuk meningkatkan nilai tambah produk.
Pasalnya, selama ini, komoditas garam dinilai masih terlalu bergantung pada penjualan bahan baku.
Hal itu disampaikannya saat menjadi pembicara dalam Dialog Khusus JTV bertema Jawa Timur Benteng Swasembada Garam Nasional, Senin (20/4/2026).
Menurut Fauzi, sejumlah pelaku usaha lokal mulai mengembangkan produk turunan garam, mulai dari garam konsumsi hingga garam spa.
“Saat ini memang pengusaha-pengusaha lokal juga sudah mengembangkan. Bagaimana misalnya mereka bikin garam konsumsi, termasuk juga garam spa,” ujarnya, dikutip Rabu (22/4).
Ia menegaskan, potensi garam tidak terbatas pada kebutuhan pangan. Garam juga digunakan di berbagai sektor industri, mulai dari kosmetik, tekstil, sabun, deterjen, hingga kebutuhan minyak dan pengeboran.
“Garam itu bukan hanya untuk konsumsi. Kebutuhannya sangat luas, tapi ini yang belum banyak teredukasi ke masyarakat,” jelasnya.
Fauzi menambahkan, pengembangan produk turunan garam juga mulai dilakukan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), meski belum maksimal.
“Beberapa pengembangan-pengembangan memang sudah dilakukan oleh pengusaha lokal, yang sifatnya masih UMKM,” katanya.
Menurutnya, hilirisasi menjadi kunci agar komoditas garam Sumenep memiliki daya saing sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.*
