News
Beranda » Berita » Wapres Gibran Kunjungi Korban Keracunan MBG di Berastagi Karo

Wapres Gibran Kunjungi Korban Keracunan MBG di Berastagi Karo

Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka, di Masjid Istihrar Berastagi, Kabupaten Karo (Foto. Paulina/Ketikan.com)

KARO, Ketikan.com — Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Jumat (11/9/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Wapres meninjau langsung kondisi para pelajar yang menjadi korban dugaan keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Gibran mengunjungi korban yang menjalani perawatan di Rumah Sakit (RS) Efarina Etaham dan RS Amanda Berastagi.

Kunjungan tersebut dilakukan setelah kasus dugaan keracunan MBG di SPPG Karo Sempajaya menjadi perhatian masyarakat dan dibahas dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) DPRD Kabupaten Karo, Senin (7/9/2026).

Berdasarkan informasi yang disampaikan Elemen Masyarakat Karo Peduli (EMKAP) dalam RDP, sebanyak 336 orang terdampak dalam kasus tersebut. Sebanyak 126 siswa dirawat di RS Amanda, sedangkan 133 siswa lainnya dilarikan ke RS Efarina Etaham.

PDIP Respons Wacana Pemakzulan Masinton, Minta Persoalan Diselesaikan di Daerah

Kasus dugaan keracunan tersebut terjadi dalam pelaksanaan program MBG di SPPG Karo Sempajaya, yang berlokasi di kawasan Asrama Kodim 0205/Tanah Karo.

Dalam kunjungannya, Wapres Gibran didampingi Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, Bupati Karo Brigjen Pol. (Purn.) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG., M.Kes., Ketua DPRD Kabupaten Karo Iriani Tarigan, serta Direktur RS Efarina Etaham, dr. Irna Safrina Meliala.

Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution tiba di RS Efarina Etaham sekitar pukul 09.57 WIB. Selang beberapa menit kemudian, Wapres Gibran Rakabuming Raka tiba sekitar pukul 10.08 WIB.

Kehadiran para pejabat tersebut untuk melihat secara langsung kondisi para korban sekaligus memastikan proses penanganan dan pelayanan kesehatan terhadap pelajar yang terdampak.

Pada kesempatan itu, EMKAP turut hadir dan menyampaikan aspirasi terkait penanganan korban. Mereka membawa bukti pembayaran biaya perawatan melalui BPJS sebagai salah satu bahan penyampaian aspirasi.

Sidang Gratifikasi Bea Cukai, P2 Pernah Disebut ‘Tempat Basah’

EMKAP menyebutkan, pasca-RDP di DPRD Kabupaten Karo, biaya penanganan korban hingga saat ini masih menggunakan BPJS maupun biaya mandiri dan belum sepenuhnya ditanggung oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

Salah seorang korban yang telah sembuh, Syifana, mengaku menjalani pengobatan secara mandiri setelah mengalami sejumlah keluhan kesehatan usai mengonsumsi menu MBG.

“Saya mengalami sesak napas dan gatal-gatal di bagian perut setelah mengonsumsi olahan dencis dalam menu MBG,” ujar Syifana.

Usai bertemu dengan Wapres Gibran dan Gubernur Sumatera Utara di RS Efarina Etaham, Juru Bicara EMKAP Edi Manik mengatakan bahwa Wapres telah memerintahkan Gubernur Sumatera Utara untuk memastikan biaya penanganan seluruh korban ditanggung pemerintah secara langsung.

Menurut Edi, pemerintah diminta tidak lagi membebankan biaya penanganan korban melalui BPJS.

UEA, China hingga Jepang Lirik Madura, Tiga Perusahaan Siap Bangun Industri di Bangkalan

“Kami menunggu realisasi janji tersebut. Kami berharap penanganan para korban, termasuk ketika dirujuk ke Medan, benar-benar menjadi tanggung jawab pemerintah,” ujar Edi Manik saat diwawancarai.

Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka juga menyampaikan hal serupa saat bertemu dengan orangtua korban dugaan keracunan MBG di luar RS Efarina Etaham.

“Kalau ada yang kejang-kejang, langsung lapor ke sini. Semua biaya pengobatan akan kami tanggung. Dapatkan pelayanan medis terbaik dan kami akan pantau terus di sini,” ujar Gibran.

Setelah meninjau kondisi korban, Wapres Gibran Rakabuming Raka bersama Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution kemudian menuju Masjid Istihrar Berastagi untuk melaksanakan salat Jumat.

Rangkaian kunjungan Wapres di Kabupaten Karo tersebut berakhir sekitar pukul 13.27 WIB.