SUMENEP, Ketikan.com – Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Universitas Wiraraja (UNIJA) Madura menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Telaah Akademis: Kabupaten Sumenep Kepulauan di Graha Sumekar Wiraraja, Kamis (30/7/2026).
FGD tersebut membahas kajian akademis terhadap rencana perubahan nomenklatur Kabupaten Sumenep menjadi Kabupaten Sumenep Kepulauan sebagai penguatan identitas sekaligus arah pembangunan daerah.
Rektor UNIJA Madura, Dr. Sjaifurrachman berharap forum tersebut menghasilkan rekomendasi yang dapat menjadi masukan bagi pemerintah.
“Saya berharap forum ini tidak hanya menjadi ruang diskusi, tetapi juga mampu melahirkan rekomendasi yang membangun untuk pengembangan Sumenep Kepulauan,” ujarnya.
Pakar Kajian Ekonomi Pembangunan dan Keuangan, Dr. Enza Resdiana, menilai perubahan nomenklatur menjadi Kabupaten Kepulauan Sumenep merupakan langkah strategis untuk memperkuat daya saing daerah.
“Transformasi ini harus diiringi penyelesaian berbagai tantangan pembangunan agar potensi dan keunggulan kompetitif Kabupaten Sumenep dapat dimaksimalkan secara berkelanjutan,” katanya.
Mewakili Bupati Sumenep, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Sumenep, Ach. Laili Maulidy, mengatakan perubahan nama tersebut bertujuan mempertegas identitas Sumenep sebagai daerah kepulauan.
“Pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri. Kami membutuhkan kontribusi akademisi melalui kajian ilmiah dan rekomendasi kebijakan yang aplikatif untuk mendukung terwujudnya Kabupaten Sumenep Kepulauan,” ujarnya.
Sementara itu, Pakar Kebijakan Publik, Dr. Wilda Rasaili menekankan pentingnya kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan pembangunan kawasan kepulauan.
“Perguruan tinggi harus menjadi penggerak collaborative governance bersama pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat agar pembangunan wilayah kepulauan berjalan lebih efektif dan berkelanjutan,” katanya.
Ketua IKA Universitas Wiraraja, Winanto, menegaskan pihaknya siap terus berkontribusi melalui pemikiran akademik untuk mendukung pembangunan daerah.
“Kami berkomitmen membangun sinergi dengan berbagai pihak demi kemajuan pembangunan di Kabupaten Sumenep,” tegasnya.
FGD diikuti akademisi, alumni, dosen, mahasiswa, serta perwakilan pemerintah daerah. Hasil pembahasan akan dirumuskan menjadi rekomendasi akademis sebagai masukan terhadap wacana perubahan nomenklatur menjadi Kabupaten Kepulauan Sumenep.
