BANGKALAN, Ketikan.com — Kondisi SDN Tlomar 2 di Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, cukup memprihatinkan.
Pasalnya, sekolah dasar negeri itu masih menggunakan ruang kelas berlantai tanah dan kerikil.
Dari tiga ruang kelas yang dimiliki, satu ruangan rusak parah dan tidak lagi digunakan untuk kegiatan belajar mengajar. Dua ruang lainnya terpaksa disekat menggunakan triplek agar tetap bisa dipakai siswa.
Sejumlah bagian bangunan juga mulai lapuk. Kusen pintu dan jendela keropos, sementara plafon atap banyak yang jebol.
Sementara jumlah siswa di sekolah tersebut terus menurun dalam beberapa tahun terakhir.
Tercatat, saat ini hanya tersisa sekitar 50 siswa dengan rata-rata tujuh hingga 10 anak di setiap kelas.
“Belajar di sini enggak enak, kadang di meja-meja banyak debunya dan kotor. Lantainya juga cuma dari tanah dan batu-batuan, jadi enggak nyaman buat belajar karena fasilitasnya begini. Keinginan saya, pengen sekolah ini cepat dibangun pemerintah agar kami bisa belajar dengan nyaman,” kata siswi SDN Tlomar 2, Zaenab Rosyada, dikutip dari inews, Kamis (18/6).
Semetara itu, Plt Kepala SDN Tlomar 2, Okta Tricahyana mengatakan kondisi tersebut sudah berlangsung lebih dari satu dekade.
Menurutnya, pengajuan renovasi berulang kali dilakukan, namun terkendala status lahan sekolah yang masih berstatus tanah pecaton atau tanah kas desa.
“Bisa dilihat sendiri, kondisi lantai masih terbuat dari tanah, belum ada keramik. Kusen-kusen keropos dan atap juga sudah mulai jebol. Kami sebenarnya sudah sempat berupaya mengajukan bantuan untuk merenovasi sekolah ini ke pemerintah. Akan tetapi, pengajuan kami selalu terkendala status tanah yang masih berupa tanah pecaton desa,” ujarnya.
Meski dalam keterbatasan, kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung.
Pihak sekolah berharap pemerintah segera mencarikan solusi agar siswa dapat belajar di fasilitas yang lebih layak dan aman.
