Pendidikan
Beranda » Berita » Kakankemenag Tanah Datar Buka Lokakarya GTK MAN 4: Fokus Perbaikan Proses dan Kurikulum Berbasis Nilai

Kakankemenag Tanah Datar Buka Lokakarya GTK MAN 4: Fokus Perbaikan Proses dan Kurikulum Berbasis Nilai

MAN 4 Tanah Datar Gelar Lokakarya (Dok. Humas MAN 4)

TANAH DATAR, Ketikan.com — Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tanah Datar H. Hendri Pani Dias, S.Ag., M.A., secara resmi membuka Lokakarya Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) MAN 4 Tanah Datar di ruang serba guna madrasah pada Senin (15/06/2026).

Kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya meningkatkan kompetensi profesional pendidik sekaligus memperkuat kualitas layanan pendidikan.

Turut hadir Kepala MAN 4 Tanah Datar Ardoni Ernanda, M.Ag., Ketua Komite Madrasah Aprizal, A.Md., para wakil kepala madrasah, seluruh guru dan tenaga kependidikan, serta narasumber Zuhendri, M.Pd. dan Dr. Rika Maria, M.A.

Kakankemenag tanah datar, H. Hendri Pani Dias dalam sambutannya menekankan bahwa peningkatan mutu tidak cukup hanya dilakukan pada dokumen administrasi.

“Mengubah dokumen tidak akan mengubah hasil. Yang harus berubah adalah proses, budaya kerja, dan cara melayani peserta didik secara nyata,” tegasnya.

BIP Bantu Rp2 Miliar Bangun Peternakan Ayam di Lapas Pamekasan

Ia juga mengingatkan kunci keberhasilan pendidik adalah konsistensi. “Orang yang berilmu bisa dikalahkan oleh orang yang istiqamah. Teruslah belajar dan jaga amanah ini,” pesannya.

Ia menambahkan tiga kemampuan wajib dimiliki komunikasi, kepekaan rasa, dan kemampuan berpikir, penyusunan kurikulum pun harus terintegrasi dengan nilai-nilai KBC.

Di akhir arahannya, ia mengajak mengintegrasikan ilmu pengetahuan dan spiritualitas. “Jangan sampai kaya ilmu tapi miskin ruh. Madrasah harus melahirkan generasi unggul dalam sains, kuat iman, dan mulia akhlaknya,” tandasnya.

Kegiatan berlangsung antusias dengan diskusi aktif. Diharapkan hasilnya menjadi bekal nyata untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan mewujudkan MAN 4 Tanah Datar sebagai lembaga pendidikan yang unggul dan berkarakter.

Sebelumnya, Ketua Pelaksana H. Mahdawina dalam laporannya menyampaikan lokakarya ini merupakan bagian dari program pengembangan berkelanjutan madrasah.

Harga Telur Anjlok, Peternak Madura: Mentan Amran Gagal Stabilkan Pasar

“Kegiatan ini menjadi wadah memperbarui wawasan, menumbuhkan budaya kerja profesional, dan melahirkan inovasi pembelajaran yang menjawab tantangan zaman,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala MAN 4 Tanah Datar, Ardoni Ernanda menegaskan bahwa peningkatan mutu pendidikan harus dimulai dari kualitas sumber daya manusia yang ada.

“Ini bukan kegiatan seremonial, melainkan momentum penting agar ilmu yang diperoleh dapat langsung diterapkan dalam tugas sehari-hari,” tegasnya.

Pada sesi pertama, Zuhendri menyampaikan materi Supervisi Pendidikan. Ia menegaskan bahwa supervisi tidak lagi bersifat mencari kesalahan, melainkan merupakan pendampingan profesional yang kolaboratif, manusiawi, dan berkelanjutan.

Tujuannya membantu guru mengembangkan kompetensi secara utuh serta menciptakan budaya perbaikan mutu secara terus-menerus.

Gibran Janji Perbaiki Tata Kelola MBG agar Bebas Korupsi

Sesi kedua dibawakan oleh Dr. Rika Maria yang mengupas Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). Pendekatan ini menempatkan nilai kasih sayang, penghormatan, toleransi, dan kemanusiaan sebagai fondasi pembelajaran.

“Pendidikan tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi harus membentuk peserta didik yang berempati, peduli sosial, dan berakhlak mulia,” jelasnya.