TANGERANG, Ketikan.com – Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menyoroti peran kampus yang dinilai belum sepenuhnya menyentuh realitas sosial.
Karena itu, ia menegaskan perlunya penguatan peran pendidikan agar tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga membangun kepekaan sosial.
Penegasan itu disampaikan saat menghadiri Sidang Terbuka Senat Pengukuhan lima guru besar Universitas Pelita Harapan (UPH) di Grand Chapel UPH, Karawaci, Tangerang, Senin (20/4/2026).
Menurut Lestari, di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian, peran pendidikan menjadi krusial dalam menghadapi berbagai krisis, termasuk krisis identitas dan moral.
“Institusi pendidikan harus mampu berperan aktif mengatasi berbagai krisis tersebut,” ujarnya, dikutip dari detiknews, Selasa (22/4).
Ia menekankan, kampus juga harus menanamkan kepekaan sosial dan kesadaran kebangsaan, tidak hanya kepada civitas akademika, tetapi juga masyarakat luas.
Menurutnya, kehadiran guru besar di perguruan tinggi diharapkan mampu memperkuat peran sebagai penjaga nalar publik sekaligus penentu arah kebijakan.
“Guru besar harus menjadi jembatan antara ilmu pengetahuan dan kehidupan nyata,” tuturnya.
Lestari menilai, sektor pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun bangsa. Sebab, kekuatan suatu negara tidak hanya bergantung pada sumber daya alam, tetapi juga kualitas sumber daya manusia.
“Kualitas manusia yang unggul lahir dari sistem pendidikan yang mampu menjawab tantangan nyata,” pungkasnya.*
