SUMENEP, Ketikan.com – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo mengimbau petani tembakau untuk memperhatikan kondisi cuaca sebelum melakukan penanaman.
Imbauan itu disampaikan untuk mengantisipasi potensi kerugian akibat hasil panen yang tidak maksimal jika hujan turun saat tanaman belum memasuki masa panen.
Fauzi menjelaskan, tanaman tembakau membutuhkan waktu sekitar empat hingga lima bulan hingga masa panen.
Karena itu, waktu ideal untuk aktivitas tanam tembakau dilakukan pada akhir musim hujan atau awal musim kemarau.
“Petani tembakau yang terlambat bercocok tanam, lihat cuaca dan kondisi hujan atau tidak,” ujar Fauzi.
Menurutnya, kondisi cuaca di Sumenep saat ini mulai memasuki penghujung musim kemarau sehingga petani perlu mewaspadai kemungkinan turunnya hujan.
“Menurut kami bulan ini jangan menyusul menanam lagi, khawatir turun hujan. Kita ada di daerah paling timur memang agak lambat hujannya, di barat sudah hujan,” ungkapnya.
Fauzi menyebut imbauan tersebut terutama ditujukan kepada petani yang belum melakukan penanaman tembakau.
Sementara bagi petani yang sudah terlanjur menanam dan mengeluarkan modal, ia berharap tanaman tembakau tetap dapat dipanen dengan hasil maksimal.
“Yang kami sampaikan ini ya cuma imbauan. Tapi kalau masih tetap bercocok tanam, saya doakan semoga tidak hujan,” pungkasnya.
