Politik
Beranda » Berita » Golkar Sebut Negara Berutang kepada Muhammadiyah soal Pendidikan

Golkar Sebut Negara Berutang kepada Muhammadiyah soal Pendidikan

Sekretaris Jenderal Partai Golkar, M Sarmuji. (fraksigolkar.com)

JAKARTA, Ketikan.com – Sekretaris Jenderal Partai Golkar, M Sarmuji menyebut negara memiliki utang kepada Muhammadiyah, khususnya dalam bidang pendidikan.

Menurut Sarmuji, penyelenggaraan pendidikan tidak dapat sepenuhnya ditangani pemerintah sehingga peran masyarakat, termasuk Muhammadiyah, tetap penting.

Hal itu disampaikannya saat Fraksi Golkar DPR menerima Forum Rektor Perguruan Tinggi Muhammadiyah-Aisyiyah (FR PTMA) di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (22/9/2026).

“Negara berutang kepada Muhammadiyah terutama dalam hal pendidikan, di mana sumbangsih Muhammadiyah terhadap bidang pendidikan yang tidak bisa semuanya diurusi oleh negara,” kata Sarmuji.

Ia juga menceritakan pengalamannya saat mengunjungi wilayah Bintuni, Papua Barat, pada 2005.

SKK Migas-KEI Bantu 10 Sepeda Rombong untuk Penjual Kue di Pagerungan Kecil

Saat itu, ia menemukan sekolah Muhammadiyah meski berada di daerah dengan jumlah masyarakat Muslim yang relatif sedikit.

Sarmuji berharap Muhammadiyah turut memberikan masukan dalam pembahasan RUU Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas).

Ia juga menekankan pentingnya menciptakan ekosistem pendidikan tinggi yang lebih adil antara perguruan tinggi negeri dan swasta.

Sementara itu, Ketua FR PTMA, Ma’mun Murod menyoroti mahalnya biaya pendidikan tinggi serta persoalan kuota penerimaan mahasiswa di perguruan tinggi swasta.

Forum tersebut juga menyampaikan pandangan mengenai rencana revisi UU Pemilu yang dinilai perlu dikaji secara mendalam. (Editor/Rohana)

MUI Sebut Klaim Imam Mahdi di Bangkalan Ajaran Sesat, Ini Penjelasan