TULUNGAGUNG, Ketikan.com — BRI Branch Office Tulungagung menjalankan program pendampingan masyarakat dan pengembangan ekonomi desa melalui Program Desa BRILiaN.
Program ini diwujudkan lewat kegiatan Pendampingan Lapangan Desa BRILiaN 2026 Batch 1 yang menekankan penggunaan teknologi dan tata kelola kepemimpinan untuk membangun ekosistem desa.
Kegiatan yang berlangsung di Taman Widawati, Desa Ngrendeng, Kecamatan Gondang, Kabupaten Tulungagung, ini bertujuan memperkuat kapasitas desa, mengembangkan potensi ekonomi lokal, serta meningkatkan peran kelembagaan desa.
Dalam agenda yang digelar pada Rabu (5/8/2026) ini, BRI Tulungagung juga menyerahkan bantuan berupa dana apresiasi senilai Rp 10 juta.
Pgs. Branch Office Head BRI Tulungagung, Mochamad Agus Mirwan, menyampaikan bahwa Program Desa BRILiaN menjadi bagian dari langkah BRI mendorong kemajuan desa lewat penguatan kapasitas warga, pemanfaatan teknologi, dan kolaborasi dengan berbagai pihak.
“BRI Tulungagung berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan potensi desa melalui kolaborasi dan pendampingan yang berkelanjutan. Kami berharap dukungan dalam Program Desa BRILiaN ini dapat mendorong Desa Ngrendeng semakin mandiri, inovatif, dan mampu mengoptimalkan potensi ekonominya sehingga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Kepala Desa Ngrendeng, Nurjiman, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BRI atas dukungan yang diberikan melalui Program Desa BRILiaN.
Menurutnya, bantuan tersebut dapat memperkuat kerja pemerintah desa dalam mengembangkan potensi lokal, meningkatkan kapasitas kelembagaan, serta mendorong kesejahteraan warga.
Kegiatan pendampingan ini juga melibatkan Direktur BUMDes Endik Darmawan serta tim pendamping dari Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED), yakni Dr. Sri Wahyu Handayani, S.H., M.H., dan Indah Setyawati, S.P., M.Si. Kerja sama antara BRI, pemerintah desa, pengelola BUMDes, dan akademisi ini ditargetkan mampu memperkuat tata kelola desa dan ekosistem ekonomi lokal.
Lewat Program Desa BRILiaN, BRI Tulungagung berupaya mendorong pembentukan tata kelola desa yang baik, pemanfaatan teknologi, serta optimalisasi potensi unggulan daerah.
Langkah ini diharapkan dapat memperkuat kemandirian ekonomi desa dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang merata di Kabupaten Tulungagung.
