BANGKALAN, Ketikan.com – Pembayaran digital semakin memudahkan transaksi masyarakat, termasuk di sektor usaha kuliner.
Hal ini dirasakan Tomoro Coffee di Jalan Kartini, Pangkalan, Kabupaten Bangkalan, yang memanfaatkan layanan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) dan mesin Electronic Data Capture (EDC) dari Bank Rakyat Indonesia (BRI).
Kehadiran kedua fasilitas tersebut memberikan kemudahan bagi pelanggan dalam melakukan pembayaran sekaligus membantu pengelola kedai menata pencatatan keuangan usaha.
Pemilik Tomoro Coffee Bangkalan, Nina AH, mengatakan penggunaan QRIS dan EDC BRI telah memberikan manfaat bagi operasional kedainya sejak mulai beroperasi pada pertengahan Juni 2026.
Menurut Nina, transaksi nontunai membuat pencatatan keuangan lebih teratur sehingga memudahkan pengelola dalam memantau pemasukan usaha.
“Banyak sih manfaatnya, makanya kami sangat terbantu karena pencatatannya jadi teratur,” kata Nina, Rabu (21/10/2026).
Ia menjelaskan, pembayaran menggunakan QRIS menjadi salah satu pilihan yang banyak diminati pelanggan, khususnya kalangan anak muda. Proses pembayaran yang cukup dilakukan dengan memindai kode QR dinilai lebih praktis dan efisien.
“Anak-anak muda lebih suka pakainya yang QRIS sekarang. Kemudahan pemindaian kode QR membuat pelanggan lebih praktis saat membayar,” ujarnya.
Selain mempermudah pelanggan, penggunaan pembayaran digital juga membantu mengurangi kerepotan pegawai dalam menyediakan uang kembalian.
Dengan demikian, proses transaksi di kedai dapat berlangsung lebih praktis.
Meski pembayaran melalui QRIS semakin diminati, mesin EDC BRI tetap menjadi pilihan bagi pelanggan yang ingin bertransaksi menggunakan kartu debit maupun kartu kredit.
Menurut Nina, keberadaan QRIS dan EDC memberikan fleksibilitas kepada pelanggan untuk memilih metode pembayaran sesuai kebutuhan.
“Mesinnya tetap dipakai, kadang ada orang yang cuma bawa kartu ATM-nya, atau handphone saja. Dengan begitu, pelanggan memiliki pilihan pembayaran sesuai kebutuhan,” ungkapnya.
Tomoro Coffee Bangkalan beroperasi setiap hari hingga pukul 01.00 WIB. Kedai tersebut menyediakan pilihan pembayaran tunai maupun nontunai untuk menunjang kenyamanan pelanggan yang datang.
Bagi Nina, kemudahan transaksi digital bukan hanya berkaitan dengan pelayanan kepada konsumen, tetapi juga mendukung pengelolaan usaha secara lebih tertata.
Pencatatan transaksi yang lebih rapi membantu pengelola memantau pemasukan sekaligus mengevaluasi penjualan.
Ia berharap fasilitas pembayaran digital dari BRI dapat terus mendukung kelancaran operasional dan perkembangan usahanya.
“Dengan pembayaran digital, transaksi lebih mudah dan pencatatan keuangan juga terbantu. Semoga fasilitas dari BRI ini terus memudahkan operasional kedai kami ke depannya,” tutur Nina.
Sementara itu, Branch Office Head BRI Bangkalan, Dwi Floresvita RA, mengatakan pemanfaatan QRIS dan EDC merupakan bagian dari upaya memperluas transaksi digital sekaligus mendukung perkembangan pelaku usaha.
Menurutnya, fasilitas pembayaran nontunai memberikan kemudahan bagi pelaku usaha dalam melayani pelanggan dengan beragam preferensi pembayaran.
“EDC dan QRIS BRI memudahkan transaksi serta membuka peluang lebih besar bagi pelaku usaha untuk berkembang,” ujarnya.
Melalui pemanfaatan layanan tersebut, BRI turut mendorong penggunaan transaksi digital di kalangan pelaku usaha.
Selain memberikan alternatif pembayaran kepada konsumen, fasilitas ini diharapkan membantu meningkatkan efisiensi transaksi dan mendukung pengelolaan usaha yang lebih baik.
Pengalaman Tomoro Coffee Bangkalan menunjukkan bahwa digitalisasi pembayaran dapat menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung operasional usaha, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan yang praktis dan efisien.
