SOLOK, Ketikan.com – Di balik tembok yang menjaga ketertiban, tersimpan semangat persaudaraan yang hangat. Semangat itulah yang terpancar saat Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Solok menyambut kedatangan rombongan Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Padang Panjang pada Sabtu (18/07/2026).
Bukan sekadar kunjungan biasa, pertemuan ini menjadi jembatan silaturahmi sekaligus ajang saling berbagi cerita tentang bagaimana menata kehidupan agar lebih bermakna.
Kedatangan rombongan yang dipimpin langsung oleh Kepala Rutan Padang Panjang, Novri Abbas, disambut hangat oleh Kepala Lapas Kelas IIB Solok, Jepri Ginting, beserta seluruh jajaran.
Tanpa sekat yang memisahkan, mereka berjalan beriringan menyusuri lingkungan lembaga, menyaksikan secara nyata denyut nadi pembinaan yang terus berdetak demi masa depan warga binaan.
Salah satu titik yang paling menarik perhatian adalah area peternakan. Di sana, ayam-ayam KUB pedaging dan petelur tumbuh sehat dan terawat. Bagi orang awam, ini mungkin sekadar kegiatan beternak biasa. Namun bagi Lapas Solok, ini adalah bukti nyata pembinaan kemandirian yang nyata.
“Kami ingin warga binaan tidak hanya ditempatkan, melainkan dibekali keterampilan. Ketika mereka kembali ke masyarakat, mereka memiliki tangan yang terampil dan jiwa yang tangguh,” ujar Jepri Ginting sembari menunjuk ke arah kandang yang tertata rapi.
Lebih dari itu, langkah ini juga turut menyokong ketahanan pangan daerah, menjadikan hasil kerja keras mereka bermanfaat bagi banyak orang.
Bukan hanya peternakan, ragam kegiatan lain seperti pertanian, bimbingan kerja, hingga pelatihan keterampilan lainnya dipaparkan dengan penuh kebanggaan. Semuanya disusun rapi dalam satu visi besar: memulihkan, membina, dan mempersiapkan mereka untuk bangkit kembali.
Suasana semakin akrab saat kedua pimpinan duduk bersanding, bertukar pengalaman dan gagasan. Ada diskusi tentang inovasi pelayanan, strategi pembinaan, hingga tantangan yang dihadapi. Tidak ada yang merasa lebih unggul, semuanya saling melengkapi. Sebagaimana layaknya keluarga, mereka saling menguatkan agar dapat melayani dengan lebih baik lagi.
Rangkaian pertemuan ini ditutup dengan kebersamaan di Gazebo Lapas Solok, menikmati hidangan sederhana namun penuh makna. Tawa dan obrolan ringan menjadi bukti bahwa persaudaraan antar-Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan ini sungguh terjalin erat.
Melalui kunjungan ini, Jepri Ginting berharap besar terpaut sinergi yang terjalin semakin kokoh, inovasi terus mengalir, dan kualitas pelayanan semakin meningkat. Sebab pada akhirnya, setiap upaya yang dilakukan di sini bukan hanya untuk memenuhi tugas negara, melainkan untuk menebar harapan bahwa setiap orang selalu memiliki kesempatan untuk berubah, memperbaiki diri, dan menjadi lebih baik. (Dion).
