MESUJI, Ketikan.com – Kepolisian menangkap empat pelaku pembunuhan seekor tapir (Tapirus indicus) di kawasan Register 45, Kabupaten Mesuji, Lampung.
Dari hasil penyelidikan, sebagian daging satwa dilindungi itu diketahui sempat dimasak rica-rica oleh para pelaku.
Kapolres Mesuji, AKBP Muhammad Firdaus mengatakan polisi menemukan sisa tulang dan daging tapir saat melakukan penangkapan di lokasi kejadian.
“Dari hasil penangkapan di lokasi, kami menemukan sisa tulang dan daging tapir. Sebagian daging itu bahkan sudah dimasak oleh para pelaku, diolah seperti rica-rica,” kata Firdaus, mengutip kompas, Sabtu (4/7/2026).
Selain sisa daging dan tulang, polisi juga menyita barang bukti berupa tombak, golok, kulit tapir, serta rekaman video yang memperlihatkan kondisi satwa setelah disembelih.
Firdaus mengatakan, empat orang telah diamankan, sementara dua pelaku lainnya masih dalam pengejaran.
Identitas keduanya telah dikantongi penyidik, termasuk pria yang terekam dalam video viral mengenakan baju hijau sambil mengacungkan jari tengah.
“Empat orang sudah kami amankan. Masih ada dua pelaku lain yang sedang kami lakukan pengejaran. Identitas mereka sudah kami kantongi, tetapi belum bisa kami sampaikan karena masih dalam proses penyelidikan,” ujarnya.
Polisi mengimbau dua pelaku yang masih buron agar segera menyerahkan diri untuk mempermudah proses hukum.
Kasus ini bermula saat seekor tapir muncul di Jalan Lintas Timur Sumatera, kawasan Register 45, Kamis (2/7/2026).
Setelah kembali masuk ke kawasan hutan, satwa tersebut dikejar warga, ditombak, disembelih, lalu dipotong-potong.
Sebagian daging dibagikan kepada warga, sementara sebagian lainnya dimasak. Aksi tersebut kemudian viral di media sosial setelah video pembunuhan tapir beredar luas.
Keempat pelaku kini menjalani pemeriksaan intensif. Polisi juga masih mendalami kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam kasus tersebut.
Para pelaku dijerat Pasal 40A ayat (1) huruf d Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2024 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.
