JAKARTA, Ketikan.com – Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto menyatakan keprihatinannya atas kasus dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Badan Gizi Nasional (BGN).
Menurutnya, berbagai kritik yang disampaikan masyarakat sejak awal telah mengungkap adanya persoalan dalam pelaksanaan program tersebut.
“Ya, dari awal kan suara-suara kritis masyarakat sudah mengungkapkan hal itu,” kata Hasto kepada wartawan, Minggu (7/6).
Hasto menilai dugaan korupsi tersebut berpotensi dicegah apabila aspirasi dan kritik publik mendapat perhatian sejak awal.
Karena itu, ia mendukung langkah Kejaksaan Agung dalam mengusut tuntas perkara tersebut.
“Kalau sekiranya mendengarkan aspirasi dari suara-suara kritis hal itu sebenarnya bisa dicegah sejak awal. Jadi kami sangat-sangat prihatin dan kami memberikan dukungan terhadap seluruh upaya penegakan hukum,” ujarnya.
Lebih lanjut, Hasto menegaskan PDIP telah menginstruksikan seluruh kadernya untuk tidak terlibat dalam praktik komersialisasi program MBG sejak awal pelaksanaannya.
“Maka dari PDI Perjuangan sejak awal ketika melihat ada yang tidak beres di situ, kami mengeluarkan instruksi larangan bagi seluruh anggota kader PDI Perjuangan untuk terlibat di dalam berbagai komersialisasi dari program yang untuk rakyat,” ucapnya.
Sebelumnya, Kejaksaan Agung terus mendalami dugaan korupsi tata kelola program MBG di BGN periode 2025–2026.
Dalam perkara ini, Kejagung telah menetapkan tiga tersangka, yakni mantan Kepala BGN Dadan Hindayana serta dua mantan Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung.
