Politik
Beranda » Berita » Senator DPD RI Kecam Perusakan Warung Madura, Desak Penindakan Tegas 

Senator DPD RI Kecam Perusakan Warung Madura, Desak Penindakan Tegas 

Ketua Komite IV DPD RI, Ahmad Nawardi (Dok. Istimewa)

JAKARTA, Ketikan.com — Senator DPD RI, Ahmad Nawardi, mengecam keras perusakan warung Madura di Jalan Raya Kodam, Kelurahan Sumur Batu, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat.

Ia meminta aparat penegak hukum bertindak tegas dan transparan, serta memastikan kondusivitas Ibu Kota tetap terjaga.

“Ini tidak bisa dibiarkan. Oknum yang melakukan kekerasan dan perusakan harus segera ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku,” ujar Ketua Komite IV DPD RI itu, Rabu (6/5).

Menurutnya, persoalan kecil tidak seharusnya berkembang menjadi tindakan yang merugikan masyarakat.

“Masalahnya sederhana, tetapi cara penyelesaiannya sangat tidak mencerminkan etika petugas. Ini yang harus menjadi perhatian serius,” lanjutnya.

Komisi X DPR Minta Penataan Guru Non-ASN Tidak Ganggu Sekolah

Nawardi juga menyoroti perlindungan terhadap pelaku usaha kecil yang menjadi korban.

“Warung Madura dan warung sembako lainnya adalah bagian dari ekonomi kecil yang harus dilindungi. Ketika mereka menjadi korban intimidasi dan kekerasan, negara wajib hadir memberikan perlindungan,” tegasnya.

Ia meminta aparat segera mengusut tuntas kasus tersebut, termasuk pihak-pihak yang diduga terlibat.

“Penegakan hukum harus tegas dan transparan. Tidak boleh ada pembiaran, apalagi jika tindakan ini dilakukan secara bersama-sama,” katanya.

Selain itu, ia menekankan pentingnya penyelesaian konflik secara dialogis serta peningkatan pemahaman masyarakat terhadap sistem pembayaran digital.

BRIN Kembangkan AI Pendeteksi Konflik Opini Publik di Media Sosial

“Kita harus mengedepankan komunikasi dan edukasi. Jangan sampai persoalan teknis seperti QRIS justru memicu konflik,” ujarnya.

Ia berharap kasus ini menjadi pelajaran agar kejadian serupa tidak terulang.

“Negara harus memastikan masyarakat kecil merasa aman dalam menjalankan usahanya. Itu prinsip dasar yang tidak boleh ditawar,” pungkasnya.

Sebagai informasi, peristiwa perusakan warung Madura tersebut terjadi pada Ahad (3/5) sore.

Insiden bermula dari persoalan biaya administrasi pembayaran digital QRIS yang memicu cekcok antara seorang pria berhelm putih yang mengaku sebagai petugas dengan pemilik warung.

WNA India Selundupkan Emas Rp700 Juta di Bandara Soekarno-Hatta

Cekcok kemudian berkembang menjadi konflik terbuka. Pria tersebut sempat mencoba menyerang pemilik warung perempuan, namun dihalangi suaminya, hingga berujung dugaan penganiayaan.

Pelaku disebut kembali ke lokasi dan merusak warung menggunakan tabung gas melon. Aksi berlanjut dengan kedatangan sejumlah orang yang diduga rekan pelaku, yang kemudian melakukan intimidasi dan merusak warung hingga porak-poranda.***