TULUNGAGUNG, Ketikan.com — Puluhan pelaku usaha di Tulungagung mengikuti Workshop Optimalisasi Konten yang digelar oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) setempat.
Agenda yang digelar pada 30 September hingga 1 Oktober ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan produktivitas usaha. Utamanya dengan memaksimalkan pemasaran melalui media daring.
Para peserta tampak mengikuti agenda pelatihan hari pertama di Barata Entertainment. Ada tiga pemateri utama yang dihadirkan dalam Workshop Optimalisasi Konten kali ini.
Wakabid Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Tulungagung Fattah Masrun mengatakan agenda kali ini merupakan pelatihan digital marketing dengan peserta dari berbagai kelompok. Harapannya, dengan pelatihan ini, sektor usaha di Tulungagung semakin berkembang.
“Kalau selama ini mungkin status mereka ini sebagai kelompok mustahik, yang orang yang berhak menerima zakat, infak, dan sedekah itu. Kita dorong supaya nanti mereka naik status dari mustahik menjadi muzakki. Minimal jadi munfiq lah, senang infak,” bebernya.
Ia menambahkan, ada perbedaan program Workshop Optimalisasi Konten jika dibandingkan dengan program pelatihan-pendampingan UMKM pada umumnya. Yakni, sumber pendanaan program pelatihan-pendampingan biasanya berasal dari APBD. Sedangkan, pendanaan program kali ini berasal dari komponen zakat, infaq, dan sedekah (ZIS).
“Jadi ini memang sumbernya dari ZIS yang memang diorientasikan untuk pengembangan usaha produktif. Jadi dengan harapan mereka nanti bisa naik status itu, dari mustahik bisa menjadi muzakki,” jelasnya.
Untuk diketahui, ada sekitar 94 orang pelaku usaha yang mendaftarkan diri di program ini. Lalu, dilakukan verifikasi dan pendataan oleh BAZNAS pusat. Hasilnya, tersaring sebanyak 35 orang pelaku usaha yang dinyatakan berhak dan sesuai kriteria sebagai peserta program Workshop Optimalisasi Konten kali ini.
Mengingat program ini diagendakan oleh BAZNAS pusat, maka dipastikan agenda serupa juga digelar di berbagai daerah lain. Dan nantinya, para peserta akan diminta mengikuti pelatihan selama dua hari dan ditambah dengan pembinaan selama tiga bulan.
Ditemui di lokasi yang sama, Kabag Kesra Setda Kabupaten Tulungagung M Makrus Mannan mengungkapkan, para peserta yang mengikuti pelatihan kali ini berasal dari latar belakang yang berbeda-beda. Mulai dari pengusaha kuliner hingga peternak.
“Tapi intinya, karena ini yang menyeleksi pusat, kita juga tidak tahu kemarin. Tapi yang jelas semua pelaku usaha, baik UMKM kuliner maupun usaha-usaha yang lain,” katanya.
Ia berharap dengan pelatihan kali ini, para pelaku usaha di Tulungagung dapat merambah pasar yang lebih luas melalui jejaring media sosial. Sebab, menurut Makrus, hampir 70 persen masyarakat saat ini sudah beralih dari pasar konvensional ke pasar media online alias daring.
“Makanya harapan kita nanti dengan pembuatan pelatihan konten ini dan digital marketing ini, para pelaku usaha kita bisa membuat konten yang bagus, yang menarik, dan secara digitalnya nanti bisa menarik sehingga viral mereka, sehingga usahanya berhasil,” tandasnya. (Jurnalis/Aditya)
