PAMEKASAN, Ketikan.com – Pengusaha tembakau, Haji Her mengklarifikasi pernyataannya terkait dana Rp38 miliar untuk mendukung pemenangan Khofifah Indar Parawansa pada Pemilihan Gubernur Jawa Timur 2024.
Haji Her menegaskan tidak pernah meminta kepentingan pribadi kepada Khofifah maupun pejabat lainnya, termasuk jabatan politik.
“Secara pribadi saya belum pernah minta tolong yang aneh-aneh. Aneh-aneh itu misalnya minta tolong pekerjaan terkait saya pribadi. Contohnya jabatan bupati,” ujarnya.
Ia mengaku mengenal semua kepala daerah di Madura dan mengaku kerap memberikan bantuan kepada calon bupati, baik yang menang maupun yang kalah.
Ia menambahkan, hal yang selalu ia sampaikan kepada para pejabat berkaitan dengan kepentingan masyarakat, terutama petani.
“Silakan tanyakan. Apa pernah Haji Her minta tolong secara pribadi. Belum pernah. Justru yang saya katakan bagaimana nasib para petani. Termasuk ke menteri-menteri, termasuk juga ke Gubernur Khofifah,” tuturnya.
Haji Her juga mengaku prihatin karena polemik tersebut menyeret nama Gubernur Khofifah Indar Parawansa.
“Saya senyatanya kasihan sama Ibu Khofifah. Akibat peristiwa kemarin itu yang digoreng itu Ibu Khofifah,” ucapnya.
Ia menyebut pernyataannya yang viral terlontar secara spontan, bukan bagian dari skenario tertentu.
“Anggap saya keceplosan. Tidak ada skema bicara itu saya. Hanya keceplosan. Ya kalau sudah keceplosan, mau gimana lagi? Berarti itu kehendak Tuhan,” katanya.
Ia juga menegaskan dirinya bukan bagian dari tim sukses Khofifah, melainkan relawan yang mendukung karena menilai Khofifah dekat dengan kalangan pesantren.
Karena itu, Haji Her meminta publik tidak menggiring persoalan tersebut ke berbagai spekulasi.
“Tak perlu menggiring ke mana-mana. Saya tidak takut mau disepertiapakan. Meski mau diperiksa, silakan,” tegasnya.
Sebelumnya, Haji Her menjadi sorotan setelah mengklaim telah mengucurkan dana sebesar Rp38 miliar untuk mendukung pemenangan Khofifah pada Pilgub Jawa Timur 2024.
Pernyataan itu disampaikan saat menghadiri peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) di Pamekasan, Selasa (21/7/2026).
“Saya dulu habis-habisan dukung Gubernur ini, karena dari dulu saya kagum. Saya kan penggemarnya Gus Dur. Bu Khofifah ini membela Gus Dur waktu itu, pinter sekali orang ini. Bu Khofifah itu tidak punya uang, mencari sponsor ke saya. Saya habis Rp38 miliar lho ke Bu Khofifah ini,” kata Haji Her.
Pernyataan tersebut memicu desakan dari sejumlah pihak agar aparat penegak hukum menelusuri dan memeriksa pengakuan itu guna memastikan kesesuaiannya dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
