SUMENEP, Ketikan.com — Banjir rob kembali merendam Pulau Sadulang Kecil, Desa Sadulang, Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.
Warga Pulau Sadulang Kecil, Erlina Fatin mengatakan banjir rob hampir terjadi setiap bulan dengan waktu yang tidak menentu.
“Di sini hampir tiap bulan air laut pasang. Kadang siang, kadang pagi, kadang sore, kadang malam,” ujarnya kepada Ketikan.com, Kamis (18/6).
Menurutnya, saat pasang tinggi terjadi, hampir seluruh wilayah pulau terdampak.
“Pokoknya satu kampung, satu pulau kena semua kalau air pasang. Di sini ada dua dusun, Dusun Gowa dan Dusun Buton. Kalau air laut pasang, rata semuanya,” katanya.
Ia mengatakan sebagian besar genangan justru muncul dari bawah permukaan tanah.
“Benar kak,” ujarnya saat ditanya mengenai sumber genangan air rob di pulau tersebut.

Potret air laut muncul dari bawah tanah di Pulau Sadulang Kecil (Dok. Istimewa)
Kondisi itu menyebabkan jalan lingkungan dan kawasan permukiman warga terendam saat air laut pasang.
Erlina menduga fenomena tersebut dipengaruhi kondisi pulau yang berada di dataran rendah dan didominasi tanah berpasir.
“Mungkin karena datarannya rendah. Pasir banyak diambil untuk nembok dan membangun rumah. Pulau ini kecil, tapi penduduknya padat sehingga banyak pembangunan,” tuturnya.
Warga berharap pemerintah daerah melakukan kajian dan langkah penanganan untuk mengurangi dampak banjir rob yang terus berulang.
Selain mengganggu aktivitas sehari-hari, genangan air laut juga dikhawatirkan mempercepat kerusakan rumah warga dan fasilitas umum.
