SAMPANG, Ketikan.com — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang mengusulkan pembangunan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Pulau Mandangin kepada Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas).
Usulan tersebut disampaikan untuk mempermudah masyarakat, khususnya nelayan, dalam memenuhi kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) di wilayah kepulauan tersebut.
Bupati Sampang Slamet Junaidi mengatakan masyarakat Pulau Mandangin selama ini harus membeli BBM ke daratan untuk memenuhi kebutuhan melaut.
“Usulan ini kami sampaikan, mengingat masyarakat di Pulau Mandangin selama ini kesulitan untuk membeli BBM. Untuk memenuhi kebutuhan mereka menangkap ikan, masyarakat di sana harus membeli BBM, entah itu bensin atau solar ke daratan,” kata Slamet dikutip dari kantor berita ANTARA Jatim, Jumat (2/10/2026).
Menurutnya, harga BBM di SPBU wilayah daratan Kabupaten Sampang relatif sama. Namun, harga di Pulau Mandangin menjadi berbeda karena terdapat tambahan biaya transportasi dari daratan menuju kepulauan.
“Jika BPH Migas juga mendirikan SPBU di Pulau Mandangin, tentu masyarakat di sana bisa menikmati harga BBM yang sama dengan di daratan,” ujarnya.
Karena itu, Pemkab Sampang mendorong BPH Migas membangun SPBU di Pulau Mandangin agar masyarakat, terutama nelayan, lebih mudah memperoleh BBM.
Slamet menuturkan, pihaknya telah menginstruksikan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk mengajukan permintaan pembangunan SPBU tersebut kepada BPH Migas.
Terpisah, Analis Kebijakan Ahli Muda Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Pemkab Sampang Abdi Barri Salam membenarkan adanya instruksi tersebut.
Ia mengatakan, Pemkab Sampang telah berkoordinasi dengan pihak Pertamina terkait rencana pembangunan SPBU di Pulau Mandangin.
“Pihak Pertamina setuju dengan rencana ini, bahkan Pertamina menyarankan agar di sana dibangun SPBU Kompak, sebagaimana SPBU yang ada di daratan pada umumnya,” kata Salam.
Menurut Salam, SPBU Kompak nantinya dapat melayani berbagai jenis BBM, termasuk solar dan Pertalite.
“Peluang untuk membangun SPBU Kompak ini karena menurut Pertamina di Pulau Mandangin belum ada Pertashop,” ujarnya.
Saat ini, Pemkab Sampang masih melakukan komunikasi dengan sejumlah pihak yang berminat berinvestasi untuk membangun SPBU di Pulau Mandangin.
Salam berharap keberadaan SPBU di pulau tersebut dapat membantu masyarakat, khususnya nelayan, dalam memenuhi kebutuhan BBM untuk aktivitas melaut.
Pulau Mandangin diketahui memiliki luas sekitar 1,67 kilometer persegi dengan jumlah penduduk sekitar 22 ribu jiwa.
Berdasarkan data Pemkab Sampang, jumlah nelayan di Pulau Mandangin mencapai 4.021 orang dari total 15.597 nelayan yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Sampang.
