TULUNGAGUNG, Ketikan.com – Nilai investasi di Tulungagung selama awal tahun ini menunjukkan tren positif. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Tulungagung mencatat realisasi investasi di semester pertama melampaui target di sepanjang tahun ini.
Kepala DPMPTSP Kabupaten Tulungagung, Imroatul Mufidah mengungkapkan, target investasi di tahun ini berada di angka Rp 545 miliar (M). Sedangkan nilai realisasi di enam bulan pertama di tahun ini menyentuh angka sekitar Rp 652 M.
“Semester pertama realisasinya 652 miliar, jadi (naik) 119 persen. Akhirnya targetnya kita rubah, di perubahan APBD, di perubahan PAK, kita ngerubah target (menjadi) Rp 680 miliar,” akunya.
Disinggung soal alasan tingginya realisasi investasi di semester pertama tahun ini, perempuan berjilbab ini mengatakan bahwa hal ini tak lepas dari tingginya jumlah pelaku usaha mikro-kecil (UMK) yang melaporkan aktivitaa dan investasinya.
“Jadi yang paling tinggi kemarin itu angkanya di UMKM. Itu kurang lebih (sekitar) Rp 467 miliar,” sambungnya.
Meski sektor non-UMK turut berkontribusi pada realisasi investasi, tapi jumlahnya terbilang kurang signifikan. Yaitu, mencapai sekitar Rp 83 M dari total realisasi di tahun ini. Di sisi lain, penanaman modal dalam negeri (PMDN) juga masih mendominasi investasi.
Adapun realisasi dari penanaman modal asing (PMA) hanya mencapai sekitar Rp 8,5 M dari nilai total.
“Kalau PMA sedikit. Hanya Rp 8,5 miliar. Sisanya PMDN semua, dibagi dari UMK dan UMKM,” akunya.
Selanjutnya, DPMPTSP Kabupaten Tulungagung akan mulai berfokus pada merealisasi perubahan target di semester kedua di tahun ini.
Imroatul mengaku optimis capaian di penghujung tahun ini akan mencapai target yang dipatok di APBD perubahan.
“Nah, nanti di triwulan 3 ini kita kembali yang non-UMK. Optimistis lah (bisa mencapai target),” paparnya.
Dia menambahkan, realisasi total di tahun lalu mencapai angka sekitar Rp 675 M. Sedangkan, realisasi di semester pertama di tahun ini mencapai angka yang signifikan. Yakni, sekitar Rp 652 M. Salah upaya yang akan dioptimalkan untuk menggenjot capaian di semester kedua tahun ini adalah dengan memaksimalkan program pendampingan bagi para pelaku usaha. (Jurnalis/Aditya)
