JAKARTA, Ketikan.com – Elektabilitas Partai Amanat Nasional (PAN) mencapai 5,6 persen berdasarkan hasil survei Parameter Politik Indonesia (PPI) yang dilakukan pada 20 Juli hingga 3 Agustus 2026.
Capaian tersebut menempatkan PAN di posisi kedelapan dalam peta elektabilitas partai politik nasional.
Ketua Umum Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (BM PAN), Slamet Ariyadi, menyebut hasil tersebut sebagai kabar positif sekaligus bukti bahwa kerja PAN mulai mendapat respons dari masyarakat.
“Angka 5,6 persen ini tentu menjadi kabar baik bagi seluruh kader PAN. Ini menunjukkan bahwa kehadiran dan kerja nyata PAN mulai semakin dirasakan oleh masyarakat,” ujar Slamet, Sabtu (5/9/2026).
Menurutnya, hasil survei tersebut tidak boleh hanya dipandang sebagai angka, melainkan menjadi amanah bagi seluruh kader PAN untuk terus bekerja dan memperjuangkan kepentingan masyarakat.
“Bagi kami, hasil survei ini bukan sekadar angka. Ini adalah amanah dan kepercayaan dari masyarakat yang harus dijawab dengan kerja nyata,” tegasnya.
Slamet mengatakan PAN harus terus hadir di tengah masyarakat, mendengarkan aspirasi, membantu rakyat, serta memperjuangkan hak-hak masyarakat Indonesia.
Ia juga menegaskan, capaian elektabilitas tersebut tidak boleh membuat PAN berpuas diri.
“PAN harus terus bergerak, terus bekerja, dan terus hadir membantu rakyat. Karena kepercayaan masyarakat hanya bisa dijaga dengan kerja nyata,” katanya.
Sementara itu, Direktur Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, menjelaskan survei dilakukan melalui metode face to face interview terhadap 1.200 responden.
Responden tersebar di 38 provinsi, 116 kabupaten/kota, 120 kecamatan, serta 120 desa dan kelurahan.
Survei tersebut memiliki margin of error sekitar ±2,8 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.
Dalam hasil surveinya, salah satu alasan masyarakat memilih PAN adalah karena kinerja partai dianggap dirasakan dan terbukti, yakni sebesar 11,7 persen.
Selain itu, sebanyak 10 persen responden menilai PAN memiliki tokoh partai yang bagus, sementara 8,3 persen menyebut pernah menerima bantuan.
Adapun peta elektabilitas partai politik menempatkan Gerindra di posisi pertama dengan 18,3 persen, disusul PDIP 14 persen dan Golkar 13 persen.
Selanjutnya PKB memperoleh 9,7 persen, Demokrat 7,7 persen, PKS 6,9 persen, NasDem 5,7 persen, dan PAN 5,6 persen.
Slamet pun menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang memberikan kepercayaan kepada PAN.
Menurutnya, hasil survei tersebut akan menjadi dorongan bagi kader PAN, termasuk generasi muda, untuk terus bergerak dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
“Kepercayaan masyarakat ini menjadi semangat bagi kami untuk terus hadir, membantu rakyat, serta memperjuangkan hak-hak masyarakat Indonesia,” pungkasnya.
