Pendidikan
Beranda » Berita » Sekolah Masuk Rutan! Program Pendidikan Kesetaraan Warga Binaan Rutan Batusangkar Resmi Dimulai

Sekolah Masuk Rutan! Program Pendidikan Kesetaraan Warga Binaan Rutan Batusangkar Resmi Dimulai

Rutan Batusangkar Gelar Program Pendidikan Kesetaraan (Foto. Rutan Batusangkar)

TANAH DATAR, Ketikan.com – Komitmen Rutan Kelas IIB Batusangkar dalam memenuhi hak pendidikan warga binaan terus diwujudkan. Melalui kerja sama dengan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) 1 Tanah Datar, Program Pendidikan Kesetaraan resmi dibuka di Aula Rutan, Selasa pagi (14/7/2026).

Kegiatan dipimpin langsung Kepala Rutan Reza Aulia Kurniawan, didampingi Kepala SKB 1 Tanah Datar Kudri Rahmad, serta diikuti jajaran petugas dan peserta program. Tahun ini, sebanyak 10 warga binaan mengikuti pembelajaran yang terbagi dalam tiga jenjang: 4 orang Paket A (setara SD), 1 orang Paket B (setara SMP), dan 5 orang Paket C (setara SMA).

Program ini merupakan bagian dari Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026, bertujuan memberikan kesempatan warga binaan menimba ilmu, meningkatkan kemampuan, serta membangun kepercayaan diri sebelum kembali ke masyarakat.

Dalam sambutannya, Reza Aulia Kurniawan menegaskan pendidikan adalah hak dasar yang tidak boleh ditinggalkan, bahkan bagi mereka yang sedang menjalani masa pembinaan.

“Pemasyarakatan bukan hanya soal menjalani hukuman, melainkan proses membentuk pribadi yang lebih baik. Ijazah yang diperoleh nanti memiliki kedudukan hukum yang sama dengan pendidikan formal, bisa digunakan untuk melanjutkan sekolah atau mencari pekerjaan setelah bebas,” tegasnya.

Gubernur Sumbar Tegaskan Stok Ada, Perbaikan Distribusi Kunci Utamanya

Sementara itu, Kudri Rahmad menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh Rutan Batusangkar. Ia juga menjelaskan teknis pelaksanaan mulai jadwal, kehadiran, sistem penilaian hingga persyaratan yang harus dipenuhi peserta.

Keberhasilan program ini, kata dia, sangat bergantung kerja sama antara pendidik, petugas, dan warga binaan itu sendiri.

Langkah ini menjadi bukti nyata transformasi pemasyarakatan yang berfokus pada pembinaan dan pemberdayaan.

Diharapkan pendidikan menjadi bekal berharga bagi masa depan mereka sekaligus menekan risiko terjadinya pengulangan tindak pidana. (Dion).

UNIA Prenduan Jadi Co-Host Seminar Peradaban Islam di Malaysia